
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah berjanji tidak akan ada lagi jalan rusak ataupun berlubang di provinsi itu pada akhir tahun ini. Janji itu dilontarkan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Rabu (30/7).
“Banyak titik yang bergelombang, pecah dan berlobang akan tertangani semua, ” ujar Ahmad Luthfi .
Dengan digelontorkan dana perubahan APBD Jawa Tengah sebesar Rp674 miliar, kata dia, pembangunan jalan diharapkan tidak ada lagi keluhan warga soal jalan khususnya di Jawa Tengah.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah, Hanung Triyono mengatakan, pengerjaan jalan provinsi tahun ini ada sekitar 83 titik yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Ruas jalan Parakan-Patean merupakan salah satu yang masuk dalam rencana perbaikan jalan dari Pemprov Jateng.
“Ini ruas preservasi jalan Parakan-Patean yang kita aspal ulang dua lapis sekitar 4,5 km. Kita lakukan (pengaspalan) karena kemarin ada keluhan,” katanya.
Ia menjelaskan, ruas jalan Parakan-Patean eksisting sudah kurang lebih 15 tahun tidak dilakukan overlay ulang. Sementara lalu lintas di jalur tersebut cukup padat dan berat, karena menjadi salah satu poros penghubung wilayah Utara-Selatan Jawa Tengah. Selain pelapisan atau overlay, pengerjaan juga meliputi baju jalan dan talud.
“Kemarin dikatakan seperti rempeyek, memang tambalannya sudah banyak, memang harus ada overlay ulang. Overlay dua lapis dikerjakan dengan nilai Rp15,2 miliar,” jelasnya.
Diketahui bahwa ruas jalan Parakan-Patean memiliki panjang kurang lebih 23,7 km. Dari panjang itu, sepanjang 11,9 km merupakan jalan beton, sedangkan sepanjang 11,8 km merupakan jalan aspal. (Htm/N-01)







