BMKG Dorong Inovasi Sistem Peringatan Dini

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan inovasi sistem peringatan dini yang lebih inovatif dan adaptif terhadap tantangan zaman. Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Nasional (HMKGN) ke-78 yang digelar di Jakarta, Senin (21/7).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa peningkatan intensitas bencana dan perubahan iklim yang semakin dinamis tidak boleh melemahkan arah pembangunan bangsa. Sebaliknya, hal itu menjadi peluang untuk memperkuat ketahanan dan mempercepat pembangunan berkelanjutan.

“Bencana memang semakin sering terjadi, tapi dalam keseluruhan perjalanan hidup, kejadian itu hanya mencakup nol-koma sekian persen saja. Di luar itu, kita diberi karunia alam yang luar biasa. Maka, peluang untuk membangun tetap terbuka lebar,” ujar Dwikorita dalam sambutannya.

BACA JUGA  BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla di Lima Provinsi

Ia menekankan bahwa pengelolaan alam yang positif, kolaboratif, dan berbasis sains adalah kunci menjadikan Indonesia tangguh dan unggul menghadapi masa depan.

Inovasi Sistem Peringatan Dini gempa bumi

Salah satu terobosan utama yang tengah dikembangkan BMKG adalah Earthquake Early Warning System (EEWS)—sistem peringatan dini gempa bumi berbasis hitung mundur. Sistem ini sedang diuji coba di empat provinsi: DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung.

EEWS bekerja dengan mendeteksi gelombang primer gempa bumi sebelum getarannya dirasakan masyarakat, memberikan waktu jeda 5–10 detik yang sangat krusial untuk menyelamatkan diri.

“Waktu jeda ini bisa menyelamatkan banyak nyawa, terutama di sekolah, rumah sakit, stasiun, dan tempat berkumpul lainnya. Lima detik saja bisa sangat menentukan,” ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

BACA JUGA  Pemprov Jabar Siapkan Pergub Larangan Alih Fungsi Lahan

Selain itu, BMKG juga terus mengembangkan sistem peringatan dini untuk cuaca dan iklim ekstrem. Melalui Meteorology Early Warning System (MEWS), BMKG kini mampu memprediksi cuaca harian hingga 10 hari ke depan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi, bahkan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

Untuk prediksi jangka menengah hingga panjang, Climate Early Warning System (CEWS) dikembangkan untuk mendukung sektor-sektor vital seperti pertanian, perikanan, energi, dan pengelolaan air.

“Dengan informasi iklim yang lebih akurat, petani dan nelayan kini bisa merencanakan produksi dengan lebih tepat. Bahkan di beberapa daerah, hasil panen meningkat signifikan,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan. (*/S-01)

BACA JUGA  Warga Jabar Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem di Akhir Januari

Siswantini Suryandari

Related Posts

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan kasus gangguan dan pembubaran paksa kegiatan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Sewon, Bantul, yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) lalu.…

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengungkapkan hasil pengamatan selama sepekan pada 7-13 Agustus, terjadi 1.205 gempa dan 98 kali awan panas guguran. Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

  • August 15, 2026
Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

  • August 14, 2026
Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

  • August 14, 2026
Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden