Wagub Jateng Bantu Guru Demak yang Dimintai Uang 25 Juta

WAKIL Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menegaskan pentingnya adab dalam dunia pendidikan dan mendorong sejumlah persoalan diselesaikan secara kekeluargaan dan edukatif.

Hal itu dikemukakan Taj Yasin menemui guru madrasah diniyyah (madin) di Kabupaten Demak, Zuhdi yang diminta Rp25 juta oleh orang tua siswa karena dituding telah menampar anaknya.

Taj Yasin mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya, kasus seperti ini bukan hanya menyangkut individu guru dan murid, melainkan mencerminkan arah pendidikan saat ini. Ia menegaskan guru bukan sosok yang sempurna, namun menegur untuk membimbing adalah bagian dari tanggung jawab mereka.

“Kalau permasalahan kecil dibesarkan, akhirnya anak yang jadi korban. Kasus ini bahkan sempat viral. Anak jadi takut sekolah, guru tertekan, dan nama lembaga pendidikan ikut tercoreng,” ujarnya.

BACA JUGA  Jateng Fair 2026 Hasilkan Transaksi Rp5 Miliar dan Didatangi 125 Ribu Pengunjung

Peran orang tua

Wagub juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam pendidikan karakter anak. Ia menekankan parenting adalah kerja sama antara rumah dan sekolah, bukan saling menyalahkan.

Ia menyampaikan Pemprov Jateng akan memperkuat program ‘Kecamatan Berdaya’ dan menggalakkan edukasi hukum hingga tingkat lokal. Termasuk kolaborasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan paralegal, agar masyarakat tak mudah ditekan.

Taj Yasin pun mengajak semua pihak untuk menurunkan ego, saling memaafkan, dan kembali memusatkan perhatian pada misi utama pendidikan, membentuk anak-anak yang beradab dan bermanfaat.

Guru kembali membimbing tanpa beban, murid diberikan pembinaan khusus, dan lembaga pendidikan memperkuat sistem karakter.

Kronologi kejadian

Pada kesempatan sama, Zuhdi mengisahkan kronologi kejadian yang terjadi pada April 2025 lalu. Saat itu, sandal yang dilempar murid dari kelas lain mengenai peci Mbah Zuhdi, yang tengah mengajar. Karena emosi, ia menampar murid yang ditunjuk teman-temannya sebagai pelaku.

BACA JUGA  Ribuan Warga Jepara Ramaikan Pawai Obor 1 Muharam

Ia mengakui tindakannya itu. Namun ia juga menegaskan tamparan itu tidak dilakukan untuk melukai, melainkan sebagai bentuk teguran. Permintaan maaf pun sudah disampaikan kepada orang tua murid.

Uang damai

Namun, tiga bulan setelah kejadian, Zuhdi didatangi lima pria yang mengaku dari LSM. Mereka mengatasnamakan orang tua siswa meminta uang damai hingga Rp25 juta dengan dalih telah ada laporan ke pihak kepolisian. Namun akhirnya dinego Zuhdi menjadi Rp12.5 juta. Karena tidak punya uang, Zuhdi dibantu teman-temannya.

“Alhamdulillah, Taj Yasin menyampaikan akan mendampingi dan memberi perlindungan. Selain itu kami akan berkoordinasi agar proses hukumnya bisa berjalan supaya guru seperti kami tidak takut ketika mengajar,” ucap Zuhdi.

BACA JUGA  Wagub Jateng Lepas Jemaah Haji Kloter 1 Embarkasi Solo

Zuhdi mengaku, sudah puluhan tahun mengajar di sekolahnya dengan gaji Rp 450 ribu setiap empat bulan. Sehingga merasa berat harus membayar denda. Tetapi akhirnya denda terbayar Rp 12,5 juta setelah dapat bantuan teman-temanya. (Htm/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Penyidikan Tuntas, Polda Jateng Limpahkan 38 Tersangka Pig Butchering ke JPU

DIREKTORAT Reserse Siber Polda Jawa Tengah menuntaskan penyidikan kasus dugaan penipuan online bermodus pig butchering senilai Rp41,1 miliar. Sebanyak 38 tersangka beserta barang bukti dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)…

Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten

PEMERINTAH Daerah (Pemda) DIY menyerahkan 2.000-an sertipikat Tanah Kasultanan atau Sultan Ground (SG) dan Tanah Kadipaten atau Pakualaman Ground (PAG) kepada Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman. Sekretaris Daerah DIY, Ni…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim Robot Humanoid UGM Borong Tiga Penghargaan di HVAC Jepang

  • September 17, 2026
Tim Robot Humanoid UGM Borong Tiga Penghargaan di HVAC Jepang

Penyidikan Tuntas, Polda Jateng Limpahkan 38 Tersangka Pig Butchering ke JPU

  • September 17, 2026
Penyidikan Tuntas, Polda Jateng Limpahkan 38 Tersangka Pig Butchering ke JPU

Mahasiswa UNY Dorong Kemandirian Higiene Menstruasi Murid SLB Lewat Mencare

  • September 17, 2026
Mahasiswa UNY Dorong Kemandirian Higiene Menstruasi Murid  SLB Lewat  Mencare

Doa dari Bandung untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda 

  • September 17, 2026
Doa dari Bandung untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda 

Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu DIY Bersinergi dengan Kejati

  • September 16, 2026
Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu DIY Bersinergi dengan Kejati

Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten

  • September 16, 2026
Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten