Ombudsman Jabar Terima 10 Aduan Terkait SPMB

PERWAKILAN Ombudsman RI Jawa Barat  mengaku menerima 10 aduan mengenai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap dua untuk jenjang SMA/SMK.

Laporan itu berkaitan dugaan ketidakadilan dalam pembobotan nilai dan pelaksanaan tes terstandar daerah yang digelar Pemerintah Provinsi Jabar itu pada pekan lalu.

“Sudah ada 10 laporan yang telah diterima secara resmi mengenai SPMB tahap dua. Rata-rata laporan ini menyampaikan dugaan perbedaan kesulitan soal dan pembobotan yang tidak mengapresiasi pencapaian belajar siswa selama di SMP,” ungkap Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jabar, Dan Satriana Jumat (11/7).

Pembuktian maladministrasi

Menurut Satriana, Perwakilan Ombudsman RI Jabar wajib menyelesaikan setiap laporan yang diterima dari masyarakat melalui sejumlah tahapan pemeriksaan.

BACA JUGA  Ombudsman RI Tinjau Penyaluran LPG 3 kg di SPBE Yogyakarta

Di antaranya, mengumpulkan keterangan maupun dokumen dalam rangka pembuktian dugaan maladministrasi dalam pelaksanaan tes.

“Kami wajib menyelesaikan laporan ini, meski Pemprov Jabar melalui Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar sudah memberikan penjelesan lisan. Karenanya, kami bakal mengklarifikasi ke Disdik Jabar, sebagai tindak lanjut dari sejumlah laporan yang diterima dari masyarakat.”

“Kami akan menggelar rapat internal untuk tindak lanjut dari laporan mengenai SPMB tahap dua, kemudian secepatnya melakukan klarifikasi ke Disdik Jabar,” jelasnya.

Jam masuk sekolah

Sementara itu terkait dengan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB, Pemerintah Kota Bandung masih melakukan pembahasan, meskipun kebijakan dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ini, dipastikan akan berlaku mulai 14 Juli 2025.

BACA JUGA  SPMB SMA SMK di Sekolah Maung 2026 Siap Digelar

Seperti diketahui, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jabar Nomor: 58/PK.03/DISDIK tentang Jam Efektif pada Satuan Pendidikan di Jabar.

“Terkait jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB, nanti saya bahas dulu ya, belum dibahas sih. Banyak nih yang belum dibahas. Untuk saat ini, kami masih fokus untuk memastikan kelancaran pelaksanaan SPMB, mengingat ada beberapa sanggahan dan gugatan dari orangtua siswa,” ungkap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Jelaskan ke publik

Farhan menerangkan, saat ini yang penting SPMB-nya lancar dulu, karena ada beberapa gugatan, ada beberapa sanggahan. Ini yang diperhatikan, hari ini akan difinalkan sanggahan, gugatan dan lain-lain untuk kemudian dijelaskan kepada publik.

BACA JUGA  Sekda Jateng Minta Pejabat Pemerintah Jangan Alergi dengan Kritik

Farhan memastikan tidak ada jual beli kursi pada SPMB tahun ini, namun untuk sanggahan memang banyak terutama dari orangtua siswa yang anaknya tidak diterima di sekolah tujuan.

“Kalau jual beli kursi sampai hari ini tidak ada, tapi kalau gugatan banyak. Gugatan tidak diterima, kenapa tidak diterima,” tuturnya. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

HASIL pleno terbuka rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2026 di lima kabupaten/kota se-DIY yang digelar Rabu lalu, mencatat jumlah pemilih di Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini…

Sambut Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Pematangsiantar Pastikan Keandalan Listrik

PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematangsiantar melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Perdagangan turut mendukung kelancaran pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 dengan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

  • October 4, 2026
Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

  • October 4, 2026
Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

  • October 4, 2026
Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

Ludes Terjual, 67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

  • October 4, 2026
Ludes Terjual,  67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

  • October 3, 2026
Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

Sambut Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Pematangsiantar Pastikan Keandalan Listrik

  • October 3, 2026
Sambut  Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Pematangsiantar Pastikan Keandalan Listrik