Perupa Lingkar Muria Raya Pameran Seni Rupa Wiwitan di Festival Lamporan 2025

Pameran seni rupa bertajuk Wiwitan digelar Perupa Lingkar Muria Raya. Pameran seni rupa itu terwujud dengan menggandeng pemuda Dusun Sumber, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Gelaran pameran seni rupa itu sekaligus menandai dimulainya tradisi Lamporan di bulan Suro (Muharram) tahun 2025.

Pameran berlangsung 4-9 Juli 2025, dan menjdi rangkaian dari Festival Lamporan 2025 yang digelar di Desa Soneyan.

Omah Kuno Prapatan Pete dipilih sebagai ruang pamer alternatif karena secara kesejarahan dianggap memiliki nilai heritage dan arsitektural. Selain itu juga lokasi yang sangat strategis untuk mendukung kegiatan ini.

“Kami memang sempat ngobrol dan mendiskusikan beberapa hal dengan Putut sebagai konseptor dan sekaligus menjadi koordinator pameran Perupa Lingkar Muria Raya ini. Alhamdulillah acara berjalan lancar dan respon masyarakat sungguh antusias,” kata Kristomo yang biasa dipanggil Komeng.

Jadi rumah budaya

“Ada harapan bahwa Omah Kuno ini nantinya menjadi semacam Rumah Budaya, ” ungkap Yong Priyambodo Kadus Sumber sekaligus pemilik Rumah Kuno, tempat digelarnya pameran seni rupa Wiwitan.

Rumah Kuno menjadi tempat berkegiatan rutin di Sumber untuk mendiskusikan apa saja tentang seni, tradisi, budaya bahkan kuliner dusun Sumber.

Hal itu diharapkan generasi muda masih punya akar keberlanjutan. “Nilai -nilai nasionalisme tetap dipegang sampai generasi selanjutnya di dusun kami,” tambah Yong Priyambodo.

BACA JUGA  Rektor Bangga Muladi Dome UNDIP Jadi Venue Pameran Otomotif

Di bagian lain, Imam Bucah aktivis seni Pati mengungkapkan alasan menggelar pameran seni rupa di masyarakat desa.

“Kami memang biasa menyisir pinggiran, masuk ke desa-desa yang jarang terjangkau aktivitas seni rupa, ” ungkap Imam Bucah.

Desa, lanjut Imam Bucah, berbeda ketimbang daerah kota yang mungkin secara infrastruktur sudah memadai.

“Kami memilih ini untuk memperkenalkan pada tingkat paling bawah , yaitu masyarakat desa .”

“Interaksi dan sinergi bersama kami dan warga ingin membangun kebudayaan yang jarang terjangkau bahkan oleh akademisi sekalipun. Saya dan Putut juga Budi Karya dari Jepara memang biasa bertandang pameran di daerah-daerah ,” jelas Imam Bucah.

Puluhan karya terpajang di rumah kuno berarsitek jawa. Rumah yang disulap menjadi ruang pamer, dan sekaligus sebagai tempat Jagong Budaya.

Pintu gerbang memasuki Rumah Kuno, tampak artistik dari bahan alam. Berjajar damar sewu atau puluhan baris obor menambah suasana klasik khas desa.

Tema dan gaya beragam

Peserta Pameran adalah perupa Pati , Kudus, dan Jepara dengan tema dan gaya beragam. Dari realisme, ekspresionisme, abstrak, drawing, juga ilustratif, dan dekoratif. Bahkan ada batik dengan motif khas warga Soneyan.

Perupa lokal dihadirkan untuk menguatkan potensi. Seperti lukisan Imam, warga asli Sumber yang masih kuliah kriya di Solo, cukup menyita perhatian. Lukisan bergaya dekoratif wayang yang terinspirasi wayang beber.

BACA JUGA  Kenalkan Budaya Jawa, 17 Museum Berkolaborasi Gelar Pameran Abhirama

Imam mengadopsi cerita Lamporan dalam tafsir gaya wayang beber. Cukup detail dan menarik sebagai upaya memaknai ulang cerita tradisi di daerah dia tinggal.

Tradisi budaya dan kuliner

Di sisi lain, tiap dusun di desa Soneyan punya keunikan dan ke khasan masing masing, baik itu tradisi budaya dan kuliner.

“Seperti daerah Sumber, punya potensi olahan jajanan berbahan ketela pohon. Karena Pati utara itu sentra penghasil ketela poho . Jadi potensi kuliner khas berbahan ketela pohon bisa menjadi ciri khas dusun Sumber ini,” ujar Aloeth Pati penulis dan pecinta kuliner dari Gandrung Sastra Pati .

Aloeth Pati ikut meramaikan acara dengan pembacaan puisi. Selain Gandrung Sastra, pembukaan pameran diisi dengan performance Meditasi Api oleh warga dan Citra Dwi Kurniawan (performer Jepara ).

Mengawali prosesi nyala obor seremonial oleh Bapak Yong Priyambodo Kadus yang didaulat sebagai pembuka pameran, (5/7/2025).

Memeriahkan pembukaan pameran, warga Soneyan yang berpantomin, mocopat (lagu Jawa) , dan puisi oleh Saras dari Jepara.

Tak kalah meriah Gagego Musik Kampoeng dengan lagu yang khas dialek Pati, disambung kolaborasi spontanitas dengan Arif Khilwa penyair Gandrung Sastra Margoyoso. Sementara Aloeth Pati dan Gandrung Sastra berkolaborasi dengan Pendi.

BACA JUGA  Kraton Yogyakarta Gelar Pameran Bertema Hamong Nagari

Acara berlangsung ramai dan cair, meskipun dalam nuansa sederhana. Warga terlibat dan bersinergi natural.

Tersaji pula spontanitas warga bernyanyi berpasangan menyanyikan Anyam Anyaman Nyaman lagu Sujiwo Tejo yang sempat populer itu.

Kirab bongkaran Lamporan

Sementara itu ketua panitia Andika Janu Pradana berharap puncak acara akan berlangsung lebih meriah. Yakni kirab bongkaran lamporan pada Kamis (10/7).

“Karena ini baru awalan dan sejarah bahwa tiga dukuh yang ada di desa Soneyan bisa bertemu sinergi dari seluruh rangkaian kegiatan Festival Lamporan 2025 di Dusun Sumber,” jelas Andhika.

Warga juga diharapkan bangga dengan Tari Topeng Soneyan yang menjadi warisan budaya tak benda Nasional. Ada juga seni silat Gong Cik Clangap yang kini mulai muncul generasi baru.

“Mungkin kedepan akan lebih tertata dan banyak lagi potensi yang akan kami gali dan kembangkan ,” ujar Andika Janu Pradana penuh harap. (Put/W-01)

 

 

bowo prasetyo

Related Posts

Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

DUTA Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier resmi meluncurkan #AussieBanget corner di Telkom University (Tel-U), sebuah ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi hubungan Australia dengan Indonesia. Dengan ruang itu pula ada…

Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia

KOMUNITAS Mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim Yacaranda kembali meraih prestasi memukau pada ajang kompetisi mobil listrik. Prestasi tersebut diraih pada kompetisi Formula Student Malaysia (FSM) 2026 yang salah satu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mantan Istri Dituduh Menganiaya ART, Andre Taulany Enggan Berkomentar

  • April 30, 2026
Mantan Istri Dituduh Menganiaya ART, Andre Taulany Enggan Berkomentar

Alasan Kesehatan, Megawati Mundur dari Timnas Voli Indonesia

  • April 30, 2026
Alasan Kesehatan, Megawati Mundur dari Timnas Voli Indonesia

Pemkot Bandung Rayakan May Day dengan Kegiatan Positif

  • April 30, 2026
Pemkot Bandung Rayakan May Day dengan Kegiatan Positif

Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

  • April 30, 2026
Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia

  • April 30, 2026
Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia

Marc Klok Bertekad Bawa Persib Menangi Laga Kontra Bhayangkara FC

  • April 30, 2026
Marc Klok Bertekad Bawa Persib Menangi Laga Kontra Bhayangkara FC