
UNTUK menanggapi keluhan masyarakat terkait gangguan pasokan air bersih yang kerap terjadi di Kabupaten Samosir, khususnya di Kecamatan Pangururan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PDAM Tirtanadi Cabang Samosir, Senin (07/07). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur turut didampingi Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom.
Sidak diawali dengan peninjauan langsung ke sumber air, pusat reservoir, dan ruang mesin instalasi pengolahan air milik PDAM di Parjonggi, Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan.
Kedatangan Gubernur dan Bupati disambut antusias warga yang berharap ada perbaikan nyata atas layanan air bersih yang selama ini dianggap kurang optimal.
Standar air bersih
“Kita hadir di sini karena mendengar langsung suara masyarakat. Saat ini air di Samosir belum mengalir 24 jam. Bahkan di Pangururan, air sudah mati sejak pukul tujuh malam. Kualitas air pun masih jauh dari layak,” ungkap Bobby.
Ia menyoroti sistem pengolahan air yang dinilai masih konvensional, dengan penyaringan satu tahap, sehingga hasil akhirnya belum memenuhi standar air bersih.
“Ini bukan soal mencari siapa yang salah, tapi sistemnya yang memang harus diperbaiki. Mulai dari penyaringan hingga pompa yang rusak semua akan kita benahi. Masyarakat berhak atas air yang bersih dan mengalir setiap saat,” ujar Bobby.
Ikon pariwisata
Senada dengan itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan bahwa ketersediaan air bersih sangat vital, baik bagi warga lokal maupun sektor pariwisata yang menjadi andalan daerah.
“Sebagai daerah tujuan wisata, kebutuhan air bersih sangat mendesak. Dengan kunjungan langsung dari Bapak Gubernur, kami optimistis akan ada peningkatan kualitas layanan, baik dari sisi kapasitas maupun kontinuitas aliran air. Harapan kami, air mengalir 24 jam dengan kualitas yang layak,” kata Vandiko.
Langkah cepat dan tanggap ini diharapkan menjadi titik balik perbaikan sistem PDAM Tirtanadi di Samosir. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan publik yang prima demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan destinasi Danau Toba sebagai ikon pariwisata nasional. (Satu/N-01)








