Tips Mendaki Gunung Rinjani dan Pilih Operator Berlisensi

GUNUNG Rinjani di Lombok, merupakan gunung dengan medan pendakian cukup berbahaya. Setelah meninggalnya pendaki asal Brasil, Jualiana Marins yang jatuh di kedalaman 600 meter jurang Danau Segara Anak 21 Juni 2025 ,pendaki asal Malaysia, Nazli bin Awang Mahat, tergelincir hingga kedalaman 200 meter ke arah Danau Segara Anak pada 26 Juni lalu.

Nazli telah mendaki hingga puncak Rinjani dan turun melalui Segara Anak. Apa yang harus dipersiapkan oleh pendaki Gunung Rinjani agar aman saat naik dan turun gunung?

Berikut tips untuk pendaki Gunung Rinjani :

1. Persiapkan Fisik dan Mental

  • Rinjani adalah salah satu gunung tertinggi dan terberat di Indonesia (3.726 mdpl).
  • Latihan fisik minimal 2 minggu sebelumnya, seperti jogging, naik turun tangga, atau hiking ringan.
  • Istirahat cukup dan jangan terburu-buru—pendakian Rinjani butuh stamina dan ketahanan mental.

2. Bawa Perlengkapan Wajib

  • Pakaian hangat (jaket gunung, thermal, kupluk, sarung tangan)
  • Sepatu hiking anti-selip dan nyaman
  • Raincoat/jas hujan (cuaca bisa cepat berubah)
  • Senter/headlamp + baterai cadangan
  • Sleeping bag & matras jika camping
  • Obat pribadi & P3K (jangan lupa minyak kayu putih)
  • Botol minum + filter air atau tablet purifikasi
BACA JUGA  Jenazah Lilie Disemayamkan di Rumah Duka Nana Rohana

3. Pilih Jalur Pendakian Sesuai Kemampuan

  • Sembalun (lebih landai, populer untuk summit)
  • Senaru (lewat hutan tropis, cocok untuk turun)
  • Torean (lebih cepat tapi curam dan menantang, hanya untuk pendaki berpengalaman)

4. Gunakan Jasa Guide/Porter

  • Gunung Rinjani berada dalam kawasan Taman Nasional, dan pendaftaran wajib.
  • Guide/porter membantu navigasi, logistik, dan keamanan, apalagi jika kamu pemula.
  • Pastikan memakai jasa resmi dan berlisensi.

5. Hindari Musim Hujan

  • Musim pendakian: April – Desember (musim kemarau).
  • Januari–Maret biasanya ditutup karena cuaca ekstrem dan risiko longsor.

6. Jaga Kebersihan & Etika

  • Bawa turun kembali sampahmu.
  • Gunakan toilet portabel bila memungkinkan.
  • Hormati kearifan lokal dan larangan adat (Rinjani punya nilai spiritual bagi warga Sasak & Bali).
BACA JUGA  Mahasiswa UGM dan Unram Gelar KKN di Kaki Gunung Rinjani

7. Siapkan Peralatan Navigasi & Komunikasi

  • Sinyal HP terbatas—umumnya hanya ada di puncak atau spot tertentu.
  • Bawa power bank, peluit, dan pelindung alat elektronik dari hujan.

8. Nikmati Setiap Prosesnya

  • Pemandangan Danau Segara Anak, puncak Rinjani, dan kawah akan membayar semua lelahmu.
  • Jangan paksakan diri. Jika lelah atau cuaca buruk, istirahat atau batalkan summit.

Berikut beberapa operator resmi dan berlisensi untuk pendakian Gunung Rinjani di Lombok, lengkap dengan info untuk membantu kamu memilih:

Operator Resmi & Direkomendasikan

1. Rinjani Trekking Center

  • Telah beroperasi sejak 1997, berlisensi resmi dari Taman Nasional Gunung Rinjani
  • Menawarkan paket 2–3 hari (mulai USD 180–250).
  • Basis mereka di Senaru, dengan kantor di semua pintu masuk.

2. Authentic Rinjani

  • Operator lokal Lombok, terdaftar resmi di otoritas taman nasional .
  • Fokus pada prinsip ramah lingkungan (“zero waste”), dan membayar porter untuk membawa sampah kembali turun.
BACA JUGA  Kenali Penyebab Hipotermia Saat Mendaki Gunung

3. MJ Rinjani Trek Organizer

  • Didirikan pada 2010, berlisensi resmi, berbasis di Torean .
  • Menyediakan paket 2–4 hari (2D/1N, 3D/2N, 4D/3N).

4. Muji Trekker Tour & Travel

  • Legal dan berbasis di Sembalun sejak 2009
  • Menawarkan paket pendakian Rinjani serta tur ekowisata lainnya.
  • Mendukung program “Rinjani Zero Waste 2025” & 95% staf mereka adalah lokal Lombok

5. Senaru Trekking Company

  • Berkantor di Senaru, mendorong eco-friendly trekking
  • Ada diskon 5% dan T‑shirt gratis bagi mereka yang turun membawa sampah. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ketika Pejuang Kanker Terhenti karena Status PBI-JK

FEBRUARI selalu dimaknai sebagai bulan kesadaran kanker. Momentum ini seharusnya menjadi ruang refleksi bersama: sudahkah kita benar-benar hadir untuk para pejuang kanker? Sudahkah sistem yang kita bangun berpihak pada mereka…

Tumbu Ramelan, Kolektor Batik Kuno Setia Jaga Warisan Dunia

TUMBU Tri Iswari Astianni atau dikenal sebagai Tumbu Ramelan telah lebih dari 50 tahun menjadi kolektor batik kuno. Istri Rahardi Ramelan ini mulai mengoleksi batik sejak menikah pada 1969. “Saya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Ketika Pejuang Kanker Terhenti karena Status PBI-JK

  • February 14, 2026
Ketika Pejuang Kanker Terhenti karena Status PBI-JK

Tumbu Ramelan, Kolektor Batik Kuno Setia Jaga Warisan Dunia

  • February 14, 2026
Tumbu Ramelan, Kolektor Batik Kuno Setia Jaga Warisan Dunia

Jateng Pastikan PKB 2026 Tak Naik, Kaji Diskon 5%

  • February 14, 2026
Jateng Pastikan PKB 2026 Tak Naik, Kaji Diskon 5%

Rektor UII Wisuda 416 Lulusan, Tekankan Empati Sosial

  • February 14, 2026
Rektor UII Wisuda 416 Lulusan, Tekankan Empati Sosial

500 Pramuka Jabar Hijaukan Hulu Citarum di Situ Cisanti

  • February 14, 2026
500 Pramuka Jabar Hijaukan Hulu Citarum di Situ Cisanti

Libur Imlek, KAI Logistik Pastikan Kalog Express Tetap Beroperasi

  • February 14, 2026
Libur Imlek, KAI Logistik Pastikan Kalog Express Tetap Beroperasi