PLTN Zaporizhzhya Terbesar Eropa dalam Kondisi Genting

PLTN Zaporizhzhya di Ukraina masih bergantung pada satu jalur listrik eksternal untuk memasok daya yang dibutuhkan guna mendinginkan enam reaktor dan bahan bakar bekasnya.

Hal ini terjadi sekitar tujuh minggu setelah sambungan ke jalur cadangan terakhir terputus, demikian disampaikan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Mariano Grossi, Kamis (26/6).

“Situasi pasokan listrik eksternal yang sangat rentan, ditambah tantangan terkait ketersediaan air pendingin pasca hancurnya Bendungan Kakhovka dua tahun lalu,” kata Grossi dalam keterangan tertulis, Kamis (26/6).

“Keselamatan nuklir di PLTN Zaporizhzhya masih sangat rentan. Banyak hal penting yang harus diselesaikan sebelum pembangkit ini bisa dioperasikan kembali,” lanjut Grossi.

BACA JUGA  Krisis Listrik Dialami Ukraina akibat Serangan Rusia

Jalur listrik 330 kilovolt (kV) terputus pada 7 Mei akibat aktivitas militer di kawasan yang cukup jauh dari PLTN, menyisakan ketergantungan pada satu jalur 750 kV saja.

PLTN terbesar di Eropa ini memiliki akses ke sepuluh jalur listrik eksternal. Meski keenam reaktornya telah berada dalam status nonaktif (cold shutdown) sejak 2024, fasilitas ini tetap memerlukan air pendingin untuk menjaga inti reaktor tetap aman.

Hampir setiap hari dalam sepekan terakhir, tim IAEA yang bertugas di lokasi terus mendengar ledakan di berbagai jarak dari area fasilitas, sebagai pengingat bahwa lokasi tersebut berada dekat dengan garis depan konflik.

Sebagai bagian dari misinya untuk memantau dan menilai keselamatan serta keamanan nuklir, tim IAEA tetap melakukan inspeksi rutin di seluruh area fasilitas.

BACA JUGA  Putin Komentari Serangan Ukraina ke Wilayah Kursk

Sementara itu di lokasi lain di Ukraina, tim IAEA yang ditempatkan di tiga PLTN aktif—Khmelnytskyy, Rivne, dan Ukraina Selatan, serta di situs Chernobyl, melaporkan telah mendengar sirene serangan udara selama sepekan terakhir.

Tim di Chernobyl, Rivne, dan Ukraina Selatan juga telah mengalami rotasi personel dalam beberapa hari terakhir. Pada 21 Juni lalu, tim IAEA di PLTN Ukraina Selatan mengamati keberadaan drone terbang sekitar satu kilometer dari hotel tempat mereka menginap. (*/S-01)

BACA JUGA  Tingkat Radiasi di Kawasan Teluk Normal Usai Konflik 12 Hari

Siswantini Suryandari

Related Posts

111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia

BENCANA gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4  mengguncang Kolombia bagian barat pada Senin waktu setempat. Akibatnya sebanyak 111 orang tewas  dalam bencana tersebut. Menurut Kolombia, Presiden Abelardo De la Espriella, pihaknya…

Jumlah Korban Meninggal saat Gempa di Jepang Jadi 38 Orang

GEMPA bumi bermagnitudo 7,1 yang melanda Jepang, pekan lalu, masih menyisakan duka. Ribuan warga disebut masih bertahan di tempat-tempat pengungsian. Sementara itu, jumlah korban tewas meningkat menjadi 38 orang. Menurut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

  • August 11, 2026
Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan

  • August 11, 2026
Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan

Dieng Culture Festival 2026 Siap Beri Pengalaman Berbeda

  • August 11, 2026
Dieng Culture Festival 2026 Siap Beri Pengalaman Berbeda

Presiden Usulkan Calon Tunggal untuk Gubernur BI

  • August 11, 2026
Presiden Usulkan Calon Tunggal untuk Gubernur BI

Ketua Majelis Hakim Ikuti Pelatihan, Sidang Putusan Bupati Ponorogo Nonaktif Ditunda

  • August 11, 2026
Ketua Majelis Hakim Ikuti Pelatihan, Sidang Putusan Bupati Ponorogo Nonaktif Ditunda

111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia

  • August 11, 2026
111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia