Otto Hasibuan: Advokat Bisa Luruskan atau Belokkan Hukum

WAKIL Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, menegaskan bahwa advokat memiliki peran sentral dalam menjaga jalannya penegakan hukum di Indonesia.

Ia menyebut, profesi advokat memiliki potensi besar untuk memastikan hukum ditegakkan dengan benar atau justru disalahgunakan.

“Potensi besar ini sudah seharusnya dimanfaatkan dengan baik agar jalannya penegakan hukum itu lurus, tidak bengkok,” ujar Otto dalam kegiatan Young Leader Development yang diselenggarakan oleh Peradi Young Lawyers Committee (YLC) di Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (9/6).

Otto menekankan bahwa dalam penanganan sebuah perkara, advokat bisa menjadi penjaga agar hukum tidak menyimpang dari jalurnya.

Namun, potensi tersebut juga bisa disalahgunakan jika advokat memilih untuk bermain-main dengan hukum.

“Kalau ada yang menghalangi, advokat bisa terus mendesak agar penegakan hukum berjalan sampai tuntas secara lurus. Tapi kalau advokat mau membengkokkan hukum, dia juga bisa melakukannya,” jelas Otto.

“Kerja sama dengan penyidik atau pihak lain bisa saja membuat hukum jadi belok. Maka, peran advokat sangat sentral dan strategis,” lanjutnya.

Menurut Otto, negara memberikan perhatian khusus terhadap profesi advokat, mengingat perannya yang vital dalam sistem hukum. Ia pun mendorong para advokat untuk berkontribusi aktif dalam membantu para pencari keadilan.

“Saya mendorong semua advokat untuk berpartisipasi aktif memberi bantuan kepada para pencari keadilan,” tegasnya.

Otto Hasibuan ingin kader pemimpin advokat muda

Dalam kesempatan yang sama, Otto menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan Leadership Development Program (LDP) Peradi YLC 2025 – Batch I.

Menurutnya, program ini tidak hanya penting untuk pengembangan karier individu advokat, tetapi juga untuk kemajuan organisasi Peradi secara keseluruhan.

“Sebagai program batch pertama, LDP Peradi YLC 2025 ini menjadi pijakan awal dari rangkaian upaya berkelanjutan dalam mencetak kader-kader pemimpin di lingkungan Peradi,” kata Otto.

Program LDP Peradi YLC 2025 – Batch I merupakan kegiatan perdana yang digagas oleh Peradi YLC. Program ini berisi pelatihan intensif selama empat hari untuk mempersiapkan kader advokat muda yang profesional, menjunjung tinggi etika profesi, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Ketua Peradi YLC Pusat, Andra Reinhard Pasaribu, didampingi Ketua Peradi YLC Yogyakarta, Ilham Prakas Karesta, menyampaikan bahwa LDP ini merupakan program strategis pertama di lingkungan organisasi advokat di Indonesia.

“Saya rasa ini adalah kegiatan yang belum pernah diselenggarakan oleh organisasi advokat manapun di Indonesia,” ujar Andra Reinhard usai pembukaan kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa secara mikro, program ini bertujuan memberikan pemahaman fundamental tentang sejarah, tata kelola organisasi, kode etik profesi, serta keterampilan kepemimpinan.

Sementara secara makro, LDP menjadi langkah awal proses regenerasi advokat muda Peradi di tingkat nasional.

“Program ini juga menjadi tolok ukur atau benchmark pembinaan yang akan diterapkan di setiap cabang Peradi YLC di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andra menekankan pentingnya kesatuan visi dan perspektif di antara Pengurus Pusat Peradi YLC periode 2023–2028, agar program kerja ke depan bisa dijalankan dengan solid dan terarah.

LDP Peradi YLC 2025 – Batch I ini diikuti oleh jajaran Pengurus Pusat dan para Ketua Peradi YLC dari berbagai cabang di seluruh Indonesia. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Antar 730 UMK Raih Sertifikat Halal, BRI Sabet Penghargaan

PRESTASI membanggakan kembali diukir PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Mereka menerima penghargaan Excellence in Advancing Halal Readiness through Inclusive Financial Access for Micro and Small Enterprises (MSEs)…

Gandeng TBHF dan NAMA, UGM Dirikan Pusat Inovasi Kemanusiaan

DENGAN menggandeng The Big Heart Foundation (TBHF) dan NAMA Women Advancement Establishment, Universitas Gadjah Mada mendirikan Jawaher Al Qasimi Humanitarian Innovation Centre di Yogyakarta. Pusat Inovasi itu menjadi platform multidisiplin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Antar 730 UMK Raih Sertifikat Halal, BRI Sabet Penghargaan

  • September 23, 2026
Antar 730 UMK Raih Sertifikat Halal, BRI Sabet Penghargaan

Gandeng TBHF dan NAMA, UGM Dirikan Pusat Inovasi Kemanusiaan

  • September 23, 2026
Gandeng TBHF dan NAMA, UGM Dirikan Pusat Inovasi Kemanusiaan

Reuni dengan STY di Persija, Marcelino Siap Unjuk Kemampuan

  • September 23, 2026
Reuni dengan STY di Persija, Marcelino Siap Unjuk Kemampuan

Java United Sesali Kasus Diskriminasi STY dan Serahkan ke Komdis

  • September 23, 2026
Java United Sesali Kasus Diskriminasi STY dan Serahkan ke Komdis

Walkot Bandung Pastikan Pasien Influenza tak Ditolak Rumah Sakit

  • September 23, 2026
Walkot Bandung Pastikan Pasien Influenza tak Ditolak Rumah Sakit

BKSPTIS dan Aptik Dorong Ekosistem Pendidikan Tinggi Berkeadilan

  • September 22, 2026
BKSPTIS  dan Aptik Dorong Ekosistem Pendidikan Tinggi Berkeadilan