
FAKULTAS Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) dan Toros Farm resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Kamis (28/5).
MoU kedua belah pihak bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengolahan produk ternak.
Kerja sama ini menekankan sinergi antara akademisi dan industri, khususnya dalam penyelenggaraan pelatihan teknis dan sertifikasi juru sembelih halal yang profesional.
Dekan Fapet UGM, Prof. Budi Guntoro, menyatakan fakultas akan memberikan pendampingan berupa tenaga ahli dan pembimbing lapangan dalam setiap kegiatan pelatihan.
“Kami siapkan dosen dan instruktur berpengalaman untuk memastikan peserta mendapatkan bekal teori dan praktik yang memadai,” ujarnya.
Sementara itu, Toros Farm akan menyediakan fasilitas pelatihan di lokasi perusahaan, sehingga peserta bisa langsung belajar dalam lingkungan kerja nyata.
Ketua Jagal Halal UGM, Dr. Endy Triyannanto, menambahkan bahwa pelatihan dan uji kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha) Batch 2 menjadi awal implementasi kerja sama tersebut.
“Kami rutin mengadakan pelatihan ini untuk memfasilitasi masyarakat dalam mendapatkan sertifikasi yang diakui secara nasional,” katanya.
Fapet UGM menyelenggarakan pelatihan dan sekaligus uji kompetensi bagi para Juleha (Juru Sembelih Halal).
Pelatihan dan uji kompetensi diikuti banyak para juleha. Dalam pelatihan ini para Juleha juga mengikuti pre-test dan kemudian pendalaman materi untuk kompetensi.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana pelatihan, uji kompetensi, dan perpanjangan sertifikasi bagi juru sembelih halal (surveillance). (AGT/S-01)







