UII dan Palestina Perpanjang Kerjasama Pendidikan

UNIVERSITAS Islam Indonesia (UII) dan Palestina perpanjang kerjasama bidang pendidikan dan pertukaran mahasiswa maupun dosen di dua negara itu.

Perpanjangan kerjasama UII dan Palestina ditandai dengan penandatanganan kerjasama oleh Rektor UII dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Senin (19/5).

Penandatanganan perpanjangan kerjasama ini juga berbarengan peringatan Hari Nakba yang jatuh setiap tanggal 15 Mei.

Hari Nakbah memperingati terusirnya lebih dari 700.000 warga Palestina dari tanah kelahirannya setelah Perang Arab-Israel tahun 1948 dengan kemenangan pihak Israel.

Istilah Nakbah juga mencakup penghancuran masyarakat dan budaya Palestina, serta pendudukan yang sedang berlangsung di wilayah Palestina.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid mengatakan, melalui perjanjian yang kemudian diperpanjang ini, generasi muda Palestina berkesempatan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi di UII.

BACA JUGA  Mesir Gelar KTT Internasional Bahas Akhiri Perang di Gaza

“Dengan semangat diplomasi pendidikan, UII dan Palestina membuka jalan baru untuk menguatkan harapan bagi generasi muda, bagi perdamaian, dan bagi Palestina yang merdeka,” kata Rektor.

Dikatakan, kunjungan Duta Besar Palestina untuk Indonesia ke UII ini merupakan kunjungan ke-15.

Ia berharap, acara ini dapat meningkatkan empati dan solidaritas publik terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Perjanjian ini juga menunjukkan ikhtiar Universitas Islam Indonesia (UII) untuk menghadirkan ruang diplomasi dan solidaritas internasional.

Usai penandatanganan, Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair SM Al Shun mengisi Ambassadorial Lecture bertajuk Hope for Palestinian Youth: The Role of New Generation for the Future Palestine.

Dubes Zuhair membuka paparannya dengan mengingatkan pentingnya Nakba Day (Dzkira an-Nakbah) yang jatuh pada 15 Mei 2025.

BACA JUGA  Jusuf Kalla Bertolak ke Qatar, Hadiri Pemakaman Ismail Haniyeh

Sebuah hari duka yang memasuki tahun ke-77 sejak pengusiran paksa rakyat Palestina dari tanah kelahirannya oleh Israel.

Ia menekankan meskipun banyak akademisi dan intelektual Palestina yang terpaksa menjadi diaspora, mereka tidak pernah tercerabut dari identitas dan komitmen terhadap tanah airnya. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Lulusan Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Kompetensi dan Pengalaman Kerja

PERKEMBANGAN kecerdasan artifisial, digitalisasi, transisi energi hijau, serta perubahan demografi membawa perubahan besar terhadap dunia kerja. Kondisi tersebut menuntut calon tenaga kerja untuk tidak hanya mengandalkan latar belakang pendidikan, tetapi…

Pemkab Sleman Akan Imunisasi HPV Siswa dan Siswi Kelas V SD

PEMKAB Sleman akan menggelar imunisasi HPV (Human Pappilomavirus) kepada seluruh siswa kelas V SD/MI. Tahun ini, imunisasi HPV tersebut akan diberikan kepada siswa dan siswi. Berbeda dengan tahun sebelumnya, imunisasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mendiktisaintek Minta Mahasiswa Baru UPI Rendah Hati dan Tangguh

  • August 19, 2026
Mendiktisaintek Minta Mahasiswa Baru UPI Rendah Hati dan Tangguh

Mahasiswa Baru UIN Sunan Kalijaga Awali PBAK dengan Salat Duha Bersama

  • August 19, 2026
Mahasiswa Baru UIN Sunan Kalijaga Awali PBAK dengan Salat Duha Bersama

Sertijab Polda DIY, Dua Pejabat Baru Isi Posisi Strategis Reserse Narkoba

  • August 19, 2026
Sertijab Polda DIY, Dua Pejabat Baru Isi Posisi Strategis Reserse Narkoba

Unhas dan Kedubes Belanda Bahas Penguatan Kemitraan Multilateral

  • August 19, 2026
Unhas dan Kedubes Belanda Bahas Penguatan Kemitraan Multilateral

Lulusan Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Kompetensi dan Pengalaman Kerja

  • August 19, 2026
Lulusan Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Kompetensi dan Pengalaman Kerja

Pemkab Sleman Akan Imunisasi HPV Siswa dan Siswi Kelas V SD

  • August 19, 2026
Pemkab Sleman Akan Imunisasi HPV Siswa dan Siswi Kelas V SD