Prodi Informatika UII Siap Buka Pendidikan Jarak Jauh

PROGRAM Studi Informatika Universitas Islam Indonesia mulai tahun ini membuka Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Kepastian itu didapat setelah Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Terakreditasi Baik dari LAM INFOKOM 2024.

Ketua Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, Dr. Teduh Dirgahayu, Selasa (31/12) menjelaskan PJJ ini salah satunya dimaksudkan untuk membuka dan memberi akses yang lebih luas bagi masyarakat, utamanya lulusan SMA/MA/SMK untuk mengikuti pendidikan.

“Program Studi PJJ Informatika UII ini hadir sebagai jawaban terhadap kebutuhan pendidikan tinggi yang fleksibel, efisien, dan dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai latar belakang dan lokasi,” jelas Teduh.

Dikatakan berbeda dengan sebelumnya,  program yang ditawarkan oleh Universitas Islam Indonesia ini dirancang untuk memberi kemudahan bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan waktu atau tempat untuk mengikuti kuliah secara konvensional.

BACA JUGA  Universitas Islam Indonesia Gelar Festival Seni Pertunjukan 2025

Teknologi digital

Menurut dia, PJJ ini memanfaatkan teknologi digital dan platform pembelajaran online. Ia menjelaskan mahasiswa dapat mengakses materi kuliah, berinteraksi dengan dosen dan teman sekelas, serta mengerjakan tugas kapan saja dan di mana saja.

Teduh menjelaskan program tersebut mendapatkan Izin Pembukaan yang tertuang dalam SK Mendikbudristek Nomor 488/E/O/2024 dan telah terakreditas Akreditasi LAM Infokom dengan  SK LAM INFOKOM Nomo:156/SK/LAM-INFOKOM/Ak.Min/S/XI/2024.

Lebih lanjut dikatakan, pendidikan ini dapat diselesaikan dalam waktu 8 semester, atau paruh waktu 10 semester.

“Kuliah daring penuh melalui teknologi informasi seperti Google Education, Classroom, Zoom, Panopto, dan lainnya,” katanya.

Biaya terjangkau

Dalam pola pembelajaran ini, mahasiswa yang mengikuti pendidikan jarak jauh juga akan menjalani pembelajaran asinkron dengan satu atau dua kali pertemuan sinkron.

BACA JUGA  Tri Perkuat dan Perluas Jaringan di DIY dan Jateng

“Biayanya relatif terjangkau, yakni uang kuliah awal atau UKA Rp1 juta yang hanya dibayarkan sekali saat masuk dan dapat dicicil hingga dua tahun serta uang kuliah sebesar Rp4 juta per semester, yang tidak akan berubah hingga lulus. Atau dari awal masik hingga lulus sebesar Rp32 juta plus satu juta UKA,” jelasnya. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

GEMPA bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi. Akibatnya banyak bangunan dan rumah warga rusak parah. Selain itu dua orang warga meninggal…

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

KANTOR Staf Kepresidenan (KSP) mengunjungi Heru Baskoro (84), putra tokoh perjuangan Sayuti Melik dan S.K. Trimurti, di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Bekasi Jawa Barat pada Jumat (14/8). Kunjungan tersebut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

  • August 15, 2026
Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

  • August 14, 2026
Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

  • August 14, 2026
Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

  • August 14, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

  • August 14, 2026
IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

  • August 14, 2026
Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean