Ukraina Resmi Akui Palestina Sebagai Negara Merdeka

  • Global
  • June 3, 2024
  • 0 Comments

UKRAINA secara resmi mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Pernyataan itu disampaikan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, Minggu (2/6/2024). Ia juga menegaskan bahwa Kiev akan melakukan segalanya untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza.

“Ukraina mengakui dua negara, Israel dan Palestina, dan akan melakukan segalanya untuk menghentikan Israel, untuk mengakhiri konflik serta penderitaan warga sipil ini,” kata Zelenskyy pada Dialog IISS Shangri-La di Singapura.

Ukraina mengakui Palestina sebagai negara merdeka, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Minggu (2/6), seraya menambahkan bahwa Kiev akan melakukan segalanya untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza.

“Ukraina mengakui dua negara, Israel dan Palestina, dan akan melakukan segalanya untuk menghentikan Israel, untuk mengakhiri konflik serta penderitaan warga sipil ini,” kata Zelenskyy pada Dialog IISS Shangri-La di Singapura.

BACA JUGA  Insiden Kota Jenin: Sejumlah Negara Protes Keras ke Israel

Palestina saat ini diakui oleh sembilan negara anggota Uni Eropa. Delapan negara yaitu Bulgaria, Siprus, Republik Ceko, Hongaria, Malta, Polandia, Rumania dan Slovakia telah mengakuinya pada 1988 sebelum bergabung dengan Uni Eropa, dan Swedia pada 2014.

Secara total, Palestina diakui sebagai negara berdaulat oleh 143 negara dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Majelis Umum PBB memutuskan pada 1947 untuk membagi Palestina yang dikuasai Inggris menjadi negara-negara Arab dan Yahudi, dengan Yerusalem ditempatkan di bawah rezim internasional khusus.

Pembagian tersebut rencananya akan dilakukan pada Mei 1948, ketika mandat pemerintah Inggris akan berakhir, tetapi ternyata hanya negara Israel yang didirikan.

Palestina mencari pengakuan diplomatik atas negara merdeka mereka di wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, yang sebagian diduduki oleh Israel, serta Jalur Gaza.

BACA JUGA  Relokasi Warga Palestina dari Gaza Ditentang PBB

Pembagian tersebut rencananya akan dilakukan pada Mei 1948, ketika mandat pemerintah Inggris akan berakhir, tetapi ternyata hanya negara Israel yang didirikan. Palestina mencari pengakuan diplomatik atas negara merdeka mereka di wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, yang sebagian diduduki oleh Israel, serta Jalur Gaza. (Sputnik/Ant/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia

BENCANA gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4  mengguncang Kolombia bagian barat pada Senin waktu setempat. Akibatnya sebanyak 111 orang tewas  dalam bencana tersebut. Menurut Kolombia, Presiden Abelardo De la Espriella, pihaknya…

Jumlah Korban Meninggal saat Gempa di Jepang Jadi 38 Orang

GEMPA bumi bermagnitudo 7,1 yang melanda Jepang, pekan lalu, masih menyisakan duka. Ribuan warga disebut masih bertahan di tempat-tempat pengungsian. Sementara itu, jumlah korban tewas meningkat menjadi 38 orang. Menurut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

PMI Kirim Bantuan 258 Ton untuk Korban Gempa NTT, JK Minta Tepat Sasaran

  • August 22, 2026
PMI Kirim Bantuan 258 Ton untuk Korban Gempa NTT, JK Minta Tepat Sasaran

Dua Kubah Lava di Puncak Gunung Merapi Membesar

  • August 22, 2026
Dua Kubah Lava di Puncak Gunung Merapi Membesar

PLN UP3 Pematangsiantar Lakukan Pembersihan Jaringan demi Keandalan Listrik

  • August 22, 2026
PLN UP3 Pematangsiantar Lakukan Pembersihan Jaringan demi Keandalan Listrik

Pendidikan Tinggi tak Cukup Hanya Melahirkan Manusia yang Beri Jawaban

  • August 22, 2026
Pendidikan Tinggi tak Cukup Hanya Melahirkan Manusia yang Beri Jawaban

Arsenal Awali Musim dengan Sempurna

  • August 22, 2026
Arsenal Awali Musim dengan Sempurna

Polisi Tetapkan Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penggelapan Investasi

  • August 22, 2026
Polisi Tetapkan Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penggelapan Investasi