Sragen Yakin Pertahankan Posisi 2 Lumbung Pangan di Jateng

KABUPATEN Sragen optimistis bisa mempertahankan posisi sebagai daerah lumbung pangan nomor 2 di provinsi Jawa Tengah dan nomor 9 nasional, jika melihat progres panen MT I yang baik tingkat provitasnya.

Panen raya di Desa Sidodadi, Masaran, Sragen pada Senin (7/4/2025) bersamaan dengan panen raya serentak di 14 provinsi, yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di daerah sentra padi Majalengka, Jawa Barat.

Data panen menunjukkan, bahwa provitas padi di Bumi Sukowati, julukan kabupaten Sragen, berada di atas rata rata nasional maupun provinsi, yakni sebesar 6,56 ton per hektare gabah kering giling (GKG).

Perlu diketahui tingkat provitas rata rata nasional masih diangka 5,19 ton/hektare GKG, sementara untuk rata rata provinsi juga baru bisa mencapai 5,72 ton/hektare GKG

BACA JUGA  Sekitar 9 Juta Orang Diprediksi Masuk Jateng Saat Libur Nataru

Alami surplus

Lebih dari itu produksi beras kabupaten Sragen tahun lalu pun mengalami surplus sebanyak 314 ribu ton, dari total produksi yang mencapai 421.105 ton.

“Inilah yang membuat optimisme Sragen untuk bertahan sebagai dua besar  lumbung pangan di Jateng dan 9 nasional ,” papar Bupati Sragen, Sigit Pamungkas seusai melaksanakan panen raya MT I di Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran.

Panen raya di Sragen sendiri, menjadi bagian pelaksanaan panen raya serentak di 157 kabupaten yang ada di 14 provinsi penyangga pangan nasional, dengan menghadirkan  Presiden Prabowo Subianto di Majalengka, Jawa Barat.

“Kami memiliki daya tahan tinggi untuk mencukupi kebutuhan pangan,” imbuhnya.

Para petani pun menguatkan harapan Bupati Sigit, dengan memaparkan hasil pengelolaan tanaman padi MT I, yang perhektar bisa dipanen antara 6,5 ton hingga 7 ton GKG.

BACA JUGA  Martir, Pentas Interaktif Teater Minatani

Dukungan pemerintah

Mereka meyakini, jika terus mendapatkan dukungan kuat dari sistem irigasi dan juga pupuk, maka produksi padi di Sragen akan terus meningkat. Setidaknya itu menjadi pengajuan dari salah seorang ketua kelompok tani di Masaran.

Terkait dengan penegasan dari gabungan kelompok tani (gapoktan) di banyak desa dan kecamatan itulah, Pemkab Sragen memberikan laporan kepada Kementerian Pertanian, untuk ditindaklanjuti dengan permohonan tambahan subsidi pupuk, sebagai efisiensi ongkos produksi. (WID/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

260 Warga Kabupaten Bandung Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden 

SEBANYAK 260 warga Kabupaten Bandung Jawa Barat menerima bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Bantuan tersebut diserahkan Bupati Bandung, Dadang Supriatna di Gedung Moh. Toha, Kompleks Pemerintah…

Pemprov Jabar Beri Diskon atas BBN-KB dan Pajak Kendaraan 1 Tahunan

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat mengapresiasi hadirnya GIIAS Bandung 2026. Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jabar, Sumasna, ajang itu bisa mendorong pertumbuhan otomotif Jabar yang mencatat pertumbuhan ekonomi 5,73 persen pada…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Juarai MotoGP San Marino, Marc Marquez Puncaki Klasemen

  • September 14, 2026
Juarai MotoGP San Marino, Marc Marquez Puncaki Klasemen

Menang TKO atas Conor Benn, Ryan Garcia Pertahankan Gelar Kelas Welter

  • September 14, 2026
Menang TKO atas Conor Benn, Ryan Garcia Pertahankan Gelar Kelas Welter

Persebaya Susah Payah Redam 10 Pemain PSIM

  • September 14, 2026
Persebaya Susah Payah Redam 10 Pemain PSIM

PBVSI Lepas Timnas Voli Pantai dan Voli Indoor ke Asian Games

  • September 13, 2026
PBVSI Lepas Timnas Voli Pantai dan Voli Indoor ke Asian Games

Integritas Pemilu Dinilai Mulai dari Proses Pemilihan Penyelenggara

  • September 13, 2026
Integritas Pemilu Dinilai Mulai dari Proses Pemilihan Penyelenggara

107 Penumpang Dipastikan Selamat dalam Kecelakaan Kapal Virgo

  • September 13, 2026
107 Penumpang Dipastikan Selamat dalam Kecelakaan Kapal Virgo