Belanda Desak Israel Angkat Kaki dari Rafah

  • Global
  • June 2, 2024
  • 0 Comments

MENTERI Pertahanan Belanda Kajsa Ollongren menyerukan diakhirinya invasi Israel di Rafah, Jalur Gaza, Palestina. Ia juga mengatakan gencatan senjata tidak akan terjadi tanpa penarikan semua pasukan Israel dari Palestina.

“Saya pikir rencana yang saat ini diusulkan oleh Presiden (Amerika Serikat) Joe Biden adalah dasar dari apa yang diperlukan,” kata Ollongren dalam Dialog Shangri-la, di Singapura, Minggu (2/6).

Ollongren menambahkan bahwa perang di Gaza tidak dapat diselesaikan melalui solusi militer. Oleh sebab itu, dia meminta sekutunya itu untuk menghentikan kebiadaban di Rafah sesegera mungkin.

“Perang tidak bisa berlanjut seperti ini. Perkembangan ini harus dihentikan dan kita harus mempunyai solusi dua negara,” tegasnya.

BACA JUGA  Hamas Setuju Usulan Trump tapi Tolak Serahkan Senjata

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron mendesak Hamas untuk menerima proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Biden. Israel, yang didukung oleh Presiden Biden, kini telah mengajukan tawaran baru kepada Hamas untuk membebaskan para sandera.

“Saya pikir ini adalah momen yang penting dan harus kita manfaatkan untuk mengakhiri konflik ini. Bukan hanya sekarang, tapi selamanya,” kata Cameron.

Ia mengatakan Gaza tidak dapat diperintah oleh Hamas dan Israel membutuhkan jaminan mengenai keamanannya. Pihaknya mendukung Otoritas Palestina dan menetapkan parameter negara Palestina.

Komentar tersebut muncul ketika Hamas menyambut baik usulan Biden. Namun pesan beragam muncul dari Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan tidak akan ada gencatan senjata permanen tanpa penghancuran Hamas.

BACA JUGA  Serangan Israel Kembali Tewaskan Puluhan Orang di Gaza

Qatar, Mesir, dan AS meminta Hamas dan Israel untuk menyelesaikan perjanjian yang mewujudkan prinsip-prinsip yang digariskan Biden. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hampir tidak ada layanan kesehatan yang tersisa di Rafah setelah rumah sakit terakhir yang berfungsi sebagian di kota itu, Rumah Sakit al-Helal al-Emirati, ditutup.

Ribuan warga Israel turun ke jalan mendesak Netanyahu untuk mencapai kesepakatan dengan Hamas dan membebaskan para tawanan yang ditahan di Gaza. Namun para menteri sayap kanan mengancam akan menggulingkan pemerintahan jika dia menerima kesepakatan tersebut.

Setidaknya 36.379 warga Palestina tewas dan 82.407 luka-luka dalam perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober. Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas setidaknya 1.139 orang, dengan puluhan orang masih ditawan. (*)

BACA JUGA  Lagi, Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Dimitry Ramadan

Related Posts

Indonesia Selangkah Lagi Diperkuat Rudal Made in India

PEMERINTAH India mengklaim proses pembelian rudal Brahmos oleh Indonesia telah memasuki tahap akhir. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan India Rajesh Kumar Singh. “Sepemahaman saya, baik dengan Indonesia maupun dengan Vietnam,…

Tetap Serang Lebanon, Trump Marahi Netanyahu

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump disebut sudah habis kesabarannya pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Hal itu lantaran Netanyahu masih saja melakukan aksi militer di Lebanon. Trump pun naik pitam.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

  • June 9, 2026
Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

  • June 9, 2026
Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

  • June 9, 2026
KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

  • June 9, 2026
Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika

  • June 9, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika

Keluhkan PCMB Jabar,  Dedi Mulyadi Diserbu Orang Tua Murid

  • June 9, 2026
Keluhkan PCMB Jabar,  Dedi Mulyadi Diserbu Orang Tua Murid