Trading Halt di Bursa Efek Indonesia Sudah Terjadi Beberapa Kali

TRADING halt atau penghentian sementara perdagangan di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang sesi I membuat panik.

Jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot merosot hingga 5%, pada Selasa siang (18/3) sebelum pukul 12.00.

Menurut Kepala Kantor IDX (Indonesia Stock Exchange) Jateng 2, Muhammad Wira Adhibrata, penurunan  IHSG dicermati sudah terjadi sejak pekan lalu.

Isu global dan beberapa hal terjadi. Investor pun sedang wait and see. Penurunannya sebagai besar karena asing.

“Pasar minus sampai 5 persen lebih, dan prosedur di kami ketika pasar sudah turun drastis, maka langkah yang mesti diambil adalah menahan perdagangan supaya tidak terlalu turun dengan cara trading halt,” kata Wira kepada wartawan di Solo, Selasa sore (18/3).

BACA JUGA  Kunjungan DPR ke Bursa Efek Indonesia Bukan Solusi Konkret

Menurut dia, dihentikan sementara itu untuk meredam panic selling dan spekulasi yang berlebihan. Dan IDX bukan sekali mengalami kejadian seperti itu, tetapi sudah beberapa kali, dengan rincian sebagai berikut.

“Pada 13 September 2000, ketika terjadi ledakan bom di gedung BEI, menyebabkan IHSG jatuh dan trading halt diberlakukan selama 2 hari,” kata Wira.

Lalu pada 8 Oktober 2008, sewaktu terjadi krisis keuangan global yang menyebabkan IHSG turun 10,38%, sehingga dilakukab trading halt.

Kemudian terulang kembali pada Maret 2020, saat IHSG mengalami penurunan tajam akibat pandemi Covid-19, dan trading halt diberlakukan sebanyak 4 kali, yaitu pada tanggal 12, 13, 17, dan 23 Maret 2020.

Penghentian sementara perdagangan diberlakukan untuk mengurangi fluktuasi penurunan harga saham. Dan memberikan waktu kepada pelaku pasar untuk evaluasi situasi dan membuat keputusan lebih rasional. (WID/S-01)

BACA JUGA  OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

Siswantini Suryandari

Related Posts

BPS Catat IPM Yogyakarta Naik 0,95 Poin

BADAN Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DIY pada 2026 sebesar 83,43. Hal itu berarti meningkat 0,95 poin atau 1,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya…

OJK Jateng: Inklusi Keuangan Capai 95 Persen, Literasi Masih 72,8 Persen

TINGKAT  inklusi keuangan di Jawa Tengah mencapai 95 persen pada 2026. Namun, capaian tersebut belum diimbangi tingkat literasi keuangan yang baru sebesar 72,8 persen. Kondisi itu menjadi tantangan bagi Otoritas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

BPS Catat IPM Yogyakarta Naik 0,95 Poin

  • November 8, 2026
BPS Catat IPM Yogyakarta  Naik 0,95 Poin

BPPTKG DIY Catat Puncak Merapi Diguncang 840 Gempa selama Sepekan

  • November 8, 2026
BPPTKG DIY Catat Puncak  Merapi Diguncang 840 Gempa selama Sepekan

Ribuan Pelari Ramaikan Sembada Run 2026

  • November 8, 2026
Ribuan Pelari Ramaikan Sembada Run 2026

OJK Jateng: Inklusi Keuangan Capai 95 Persen, Literasi Masih 72,8 Persen

  • November 8, 2026
OJK Jateng: Inklusi Keuangan Capai 95 Persen, Literasi Masih 72,8 Persen

Persija Kembali ke Puncak Klasemen, Garudayaksa dan Isenmulang Buat Kejutan

  • November 7, 2026
Persija Kembali ke Puncak Klasemen, Garudayaksa dan Isenmulang Buat Kejutan

Cianjur Tambah Medali Emas di Porprov XV Jabar dari Muaythai

  • November 7, 2026
Cianjur Tambah Medali Emas di Porprov XV Jabar dari Muaythai