Peringatan Terakhir Trump Agar Hamas Bebaskan Sandera

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump telah mengeluarkan “peringatan terakhir” kepada Hamas untuk membebaskan para sandera yang ditahan di Gaza.

“Saya mengirimkan segala yang dibutuhkan Israel untuk menyelesaikan tugasnya, tidak ada satu pun anggota Hamas yang akan selamat jika kalian tidak melakukan apa yang saya katakan,” ujar Trump dalam sebuah unggahan panjang di platform Truth Social miliknya.

Pernyataan ini muncul hanya beberapa jam setelah Gedung Putih mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengadakan pembicaraan langsung dengan Hamas mengenai para sandera.

Hingga saat ini, Washington menghindari keterlibatan langsung dengan kelompok tersebut.

Sesuai dengan kebijakan lama AS yang melarang kontak langsung dengan entitas yang masuk dalam daftar organisasi teroris.

BACA JUGA  UEFA Pertimbangkan Bekukan Israel di Semua Kompetisi Eropa

Dalam unggahan media sosialnya, Trump mengatakan akan ada “harga yang sangat mahal” jika para sandera tidak dibebaskan.

“Bebaskan semua sandera sekarang juga, jangan nanti, dan segera kembalikan semua jenazah orang-orang yang telah kalian bunuh, atau ini akan berakhir bagi kalian,” tambahnya.

“Bagi para pemimpin, sekaranglah saatnya meninggalkan Gaza, selagi kalian masih memiliki kesempatan.”

Peringatan terakhir Trump sekaligus ancaman

Trump juga mengancam warga sipil. “Kepada rakyat Gaza, masa  depan yang indah menanti, tetapi tidak jika kalian menahan sandera. Jika kalian melakukannya, kalian mati!”

Ini bukan pertama kalinya Trump mengancam Hamas. Pada Desember 2024, Trump sebut akan ada “kehancuran total” jika para sandera tidak dibebaskan sebelum ia menjabat.

BACA JUGA  Dick Cheney, Tokoh Kunci Invasi Irak, Tutup Usia 84 Tahun

Unggahan ini muncul setelah Trump bertemu dengan sekelompok mantan sandera di Gedung Putih yang baru-baru ini dibebaskan dalam gencatan senjata.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi bahwa AS telah bernegosiasi langsung dengan Hamas untuk mencoba mengamankan pembebasan para sandera.

Ia menambahkan bahwa Israel telah dikonsultasikan sebelum pembicaraan tersebut berlangsung.

Israel menyatakan bahwa masih ada 59 sandera yang ditahan di Gaza, sekitar 24 di antaranya diyakini masih hidup. Warga negara AS juga termasuk di antara para sandera tersebut. (*/S-01)

BACA JUGA  Amerika Kembali Lancarkan Serangan ke Iran

Siswantini Suryandari

Related Posts

111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia

BENCANA gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4  mengguncang Kolombia bagian barat pada Senin waktu setempat. Akibatnya sebanyak 111 orang tewas  dalam bencana tersebut. Menurut Kolombia, Presiden Abelardo De la Espriella, pihaknya…

Jumlah Korban Meninggal saat Gempa di Jepang Jadi 38 Orang

GEMPA bumi bermagnitudo 7,1 yang melanda Jepang, pekan lalu, masih menyisakan duka. Ribuan warga disebut masih bertahan di tempat-tempat pengungsian. Sementara itu, jumlah korban tewas meningkat menjadi 38 orang. Menurut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

  • August 11, 2026
Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan

  • August 11, 2026
Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan

Dieng Culture Festival 2026 Siap Beri Pengalaman Berbeda

  • August 11, 2026
Dieng Culture Festival 2026 Siap Beri Pengalaman Berbeda

Presiden Usulkan Calon Tunggal untuk Gubernur BI

  • August 11, 2026
Presiden Usulkan Calon Tunggal untuk Gubernur BI

Ketua Majelis Hakim Ikuti Pelatihan, Sidang Putusan Bupati Ponorogo Nonaktif Ditunda

  • August 11, 2026
Ketua Majelis Hakim Ikuti Pelatihan, Sidang Putusan Bupati Ponorogo Nonaktif Ditunda

111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia

  • August 11, 2026
111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia