Manfaat Puasa Salah Satunya Dapat Memicu Autophagy

MANFAAT puasa dapat memicu proses autophagy, tetapi puasa itu sendiri bukan autophagy.

Puasa adalah kondisi di mana tubuh tidak menerima asupan makanan untuk jangka waktu tertentu.

Sedangkan autophagy adalah mekanisme seluler yang diaktifkan ketika tubuh kekurangan energi atau nutrisi.

Bagaimana Puasa Memicu Autophagy?

Ketika tubuh tidak mendapatkan makanan selama beberapa jam, kadar insulin menurun dan kadar glukagon meningkat. Ini memberi sinyal kepada sel untuk mulai mendaur ulang komponen yang tidak dibutuhkan agar tetap bisa berfungsi. Dalam kondisi ini:

  1. Sel mulai mengidentifikasi dan menghancurkan protein atau organel yang rusak.
  2. Autofagosom terbentuk untuk menangkap material yang akan didaur ulang.
  3. Lisosom memecah material tersebut menjadi nutrisi yang bisa digunakan kembali.
BACA JUGA  Polda DIY Gelar Safari Subuh Sekaligus Patroli

Autophagy biasanya mulai aktif setelah 8-12 jam puasa, tetapi mencapai puncaknya setelah 24-48 jam tanpa makanan.

Itu sebabnya puasa intermiten (intermittent fasting) atau puasa jangka panjang sering dikaitkan dengan manfaat peremajaan sel dan umur panjang.

Jenis Puasa yang Efektif untuk Autophagy

  • Puasa Intermiten: Makan dalam jendela waktu terbatas (misalnya hanya dalam 8 jam) dan puasa selama sisa waktu.
  • Puasa 24 Jam atau Lebih: Biasanya lebih efektif dalam meningkatkan autophagy.
  • Diet Ketogenik: Karena meniru efek puasa dengan menurunkan kadar insulin, diet rendah karbohidrat juga bisa merangsang autophagy.

Puasa bukan autophagy, tetapi merupakan pemicu alami untuk mengaktifkan proses tersebut.

Semakin lama seseorang berpuasa, semakin besar kemungkinan autophagy terjadi, yang membantu membersihkan sel dari zat-zat yang tidak diperlukan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. (*/S-01)

BACA JUGA  Muhammadiyah Umumkan Awal Puasa Ramadan 1 Maret 2025

Siswantini Suryandari

Related Posts

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) berduka atas wafatnya Prof. Widagdo, Dipl.Inn.Arch., Guru Besar Emeritus Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB dan salah seorang tokoh penting dalam perkembangan pendidikan desain interior…

1000 Peserta Diharapkan Ikuti Lomba Borobudur 100 untuk Bantu Penyandang Cerebral Palsy

AJANG olahraga lari Borobudur 100 tidak hanya menjadi ajang unjuk kebugaran, tetapi juga sarana untuk menggalang kepedulian sosial, guna mendukung kebutuhan medis dan harian anak-anak penyandang cerebral palsy. Project Director…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

Kota Bandung Alami Kemajuan dalam Pelayanan Publik dan Investasi

  • September 27, 2026
Kota Bandung Alami Kemajuan dalam Pelayanan Publik dan Investasi

128 Peserta Ikuti Kejuaraan Domino ORADO Piala Panglima TNI

  • September 27, 2026
128 Peserta Ikuti Kejuaraan Domino ORADO Piala Panglima TNI

1000 Peserta Diharapkan Ikuti Lomba Borobudur 100 untuk Bantu Penyandang Cerebral Palsy

  • September 27, 2026
1000 Peserta Diharapkan Ikuti Lomba Borobudur 100 untuk Bantu Penyandang Cerebral Palsy