Trump: Warga Palestina Tidak Punya Hak Kembali ke Gaza

WARGA Palestina tidak memiliki hak untuk kembali ke Jalur Gaza. Hal itu ditegaskan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena dua juta warga Palestins akan direlokasi ke negara-negara tetangga.

“Tidak, mereka tidak akan memilikinya, karena mereka akan mendapatkan perumahan yang jauh lebih baik,” kata Trump kepada Fox News.

“Saya berbicara tentang membangun tempat permanen untuk mereka,” tegasnya.

Klip wawancara tersebut dirilis sehari setelah Trump mengatakan bahwa ia berkomitmen untuk membeli dan memiliki Gaza.

Rencana itu mendapat kecaman global atas rencana yang dia ungkapkan minggu lalu.

Otoritas Palestina dan kelompok bersenjata Hamas yang telah berperang selama 16 bulan melawan Israel telah menyebabkan kejancuran besar-besaran di Gaza.

BACA JUGA  Akhirnya Hujan Turun di California Selatan Tapi Berpotensi Longsor

Mereka menegaskan kembali bahwa tanah Palestina “tidak untuk dijual.”

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji proposal Trump sebagai “revolusioner dan kreatif.”

PBB telah memperingatkan bahwa setiap pemindahan paksa warga sipil dari wilayah pendudukan dilarang keras menurut hukum internasional dan perbuatan itu setara dengan pembersihan etnis.

Hal ini terjadi tiga minggu setelah gencatan senjata di Gaza.

Hamas telah membebaskan beberapa sandera Israel yang mereka tahan sebagai imbalan atas pembebasan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Militer Israel meluncurkan kampanye untuk menghancurkan Hamas sebagai tanggapan atas serangan lintas batas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan 251 lainnya disandera.

BACA JUGA  Serangan Israel Kembali Tewaskan Puluhan Orang di Gaza

Lebih dari 48.200 orang telah tewas di Gaza sejak saat itu, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di wilayah tersebut.

Sebagian besar penduduk Gaza telah beberapa kali mengungsi, diperkirakan hampir 70% bangunan rusak atau hancur.

Ssstem kesehatan, air, sanitasi, dan kebersihan telah runtuh, serta terjadi kekurangan makanan, bahan bakar, obat-obatan, dan tempat tinggal. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

PEMERINTAH Venezuela mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat di negara tersebut terus bertambah. Mereka mencatat saat ini jumlah korban meninggal dunia dalam musibah itu mencapai 1.430 orang, sedangkan…

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

AMERIKA Serikat dan Iran dilaporkan kembali saling melancarkan serangan kendati sudah ada kesepakatan damai. AS dilaporkan telah menyerang sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatan Iran. Iran pun mengecam serangan tersebut.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

  • June 30, 2026
Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

  • June 30, 2026
Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

  • June 30, 2026
Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

  • June 30, 2026
Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

  • June 30, 2026
Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak