
KELOMPOK ternak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mendapat bantuan disinfektan, insektisida, dan suplemen pakan, Minggu (9/2).
Bantuan itu dari Satgas Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan MajelIs Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah dan PT Cita Indonesia.
Koordinator Satgas PMK Fakultas Peternakan UGM, Hamdani Maulana menuturkan masing-masing kelompok ternak mendapatkan 6 jenis produk bantuan dari PT. Cita Indonesia.
“Pemberian bantuan kepada kelompok ternak di sekitar Ngemplak dan Sleman,”papar Hamdani, Senin (10/2).
Produk tidak hanya diberikan kepada kelompok ternak, namun juga kepada peternak individu.
Hingga saat ini sudah ada 20 Kelompok Ternak di area Sleman yang menjadi sasaran penyaluran bantuan produk dan pendampingan dalam pencegahan dan penanggulangan PMK.
“Jumlah ini masih memungkinkan untuk terus bertambah dengan mempertimbangkan tingkat penyebaran dan keparahan kejadian kasus PMK di lapangan,” katanya.
Selain pemberian bantuan, satgas juga melakukan pendataan dan menyampaikan sosialisasi terkait antisipasi dan penanganan PMK kepada para peternak.
Menurut salah satu peternak, Bagiyo, mereka merasa terbantu dengan kegiatan yang dilakukan Satgas PMK Fapet UGM.
Sosialisasi yang diberikan juga menambah wawasan baru terkait PMK kepada para peternak.
Komunikasi dan pendampingan Satgas PMK Fapet UGM kepada para peternak maupun kelompok ternak akan terus berlanjut untuk memperoleh informasi update kondisi ternak.
Serta pendampingan penggunaan produk maupun konsultasi penerapan manajemen pencegahan penyakit di area kelompok ternak. (AGT/S-01)







