Tim Transisi Tekankan Revitalisasi BUMD dan Bebas Korupsi

TIM  Transisi Pemerintahan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen menginginkan revitalisasi BUMD Jateng ke depannya.

Program-Program BUMD harus menyentuh masyarakat namun tak ketinggalan sisi bisnis.

Pembina Tim Transisi Luthfi-Yasin sekaligus mantan Sekda Pemprov Jateng, Prof Sri Puryono mengatakan, cagub dan cawagub terpilih ingin membuat warisan yang baik untuk Jateng dalam jangka panjang.

Maka, program-program yang disusun OPD maupun BUMD mesti benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.

“Pak Gub dan Pak Wagub (terpilih) ingin buat legacy (warisan program) yang baik untuk Jateng. Wilayah bebas korupsi dan BUMD sepakat,” kata Sri Puryono usai pertemuan Tim Transisi dengan 9 BUMD di Jateng, Jumat (7/2).

Sri Puryono mengatakan BUMD yang merupakan badan usaha pelat merah milik Pemprov Jateng akan merevitalisasi diri.

Perubahan itu disesuaikan dengan program-program Ahmad Luthfi dan Taj Yasin. Hal itu tak mudah dan dibutuhkan inovasi dan kreatifitas dari para pimpinan BUMD.

BACA JUGA  Wakapolda Jateng: Aspirasi Dilindungi, Perusuh Ditindak

Di sisi lain, ia menekankan kinerja BUMD tetap cermat dan sesuai dengan administrasi.

Beberapa program kemasyarakatan yang bisa disinergikan dengan BUMD di antaranya adalah menjaga stabilitas harga produk pertanian.

Revitalisasi BUMD

BUMD berperan menampung saat panen raya, agar harga tidak jatuh sehingga merugikan petani.

“Bagaimana mengawetkan hasil panen buah atau sayuran misalnya. Jadi pas panen raya tidak dibuang karena harga jatuh dan harga tetap stabil,” tandasnya.

Akademisi Universitas Diponegoro, Dr Wahid Abdurrahman, mencatat dua poin penting kinerja gubernur dan wakil gubernur terpilih dan Tim Transisi menjelang pelantikan.

Apa yang dilakukan Ahmad Luthfi dan Gus Yasin adalah model baru kepala daerah. Jika biasanya kepala daerah baru akan bekerja setelah pelantikan, maka ke duanya berbeda.

Keduanya sudah belanja masalah menjelang pelantikan dan nanti setelah pelantikan bisa langsung mengeksekusi program.

“Apa yang dilakukan kepala daerah di 35 hari pertama (setelah pelantikan), kebanyakan baru adaptasi. Pak Luthfi dan Gus Yasin memajukan proses belanja masalah itu, sehingga nanti langsung kerja karena harapan publik pada ke duanya besar sekali,” ujar Wahid.

BACA JUGA  Pertamina Gandeng Komunitas Motor Bantu Korban Banjir Semarang

Pengelolaan APBD

Pemerintahan Jateng ke depannya disebut juga tidak mudah karena memiliki APBD yang minimalis.

Padahal Tim Transisi mencatat ada 136 program. Untuk itu Tim Transisi melakukan setidaknya tiga langkah, pertama skema pendanaan dari APBN.

Meski hal ini tak akan bisa maksimal karena di saat yang sama, pemerintah pusat juga melakukan penghematan anggaran.

Kedua, Luthfi-Yasin akan memaksimalkan potensi pendanaan dari swasta dalam bentuk investasi atau CSR.

“Kekurangan pemprov Jateng sebelumnya adalah kurang mampu mengonsolidasikan CSR untuk program pembangunan. Pak Gub (Ahmad Luthfi) punya kemampuan dan pengalaman untuk itu,” ujarnya.

Ketiga, dalam pelaksanaan program nantinya melibatkan masyarakat. Wahid menyebut Jateng memiliki “modal sosial” yakni dengan sikap “nguwongke”.

BACA JUGA  Kikis Kemiskinan, Gubernur Jateng Gelontorkan Bantuan Sosial

Isitilah lainnya melibatkan maka masyarakat memiliki rasa tanggung jawab dan mau ikut melaksanakan. Maka dengan collaborative governance ini akan melibatkan organisasi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Transisi Luthfi-Yasin, Dr Zulkifli Gayo sebelumnya mengatakan, pihaknya melakukan rapat maraton bersama OPD dan BUMD pada 6-7 dan 10-11 Februari.

Tujuan rapat tersebut untuk mensinergikan program yang akan dijalankan Pemprov Jateng kedepan sesuai dengan visi misi Cagub-Cawagub Terpilih Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen.

“Sinergikan program-program. Khusus OPD, kita juga ngecek program yang sudah ada dan sejauh apa akan menunjang visi misi (Ahmad Luthfi-Gus Yasin),” kata Zulkifli. (Htm/S-01).

Siswantini Suryandari

Related Posts

Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

SEBANYAK 429 siswa MTs Progresif Bumi Sholawat membatik bersama di Lippo Plaza Sidoarjo. Kegiatan outdoor learning ini digelar untuk menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober mendatang. Para…

Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam

POLSEK Depok Timur, Sleman menangkap seorang laki-laki berinisial ZK, 18 tahun yang membawa senjata tajam berupa clurit. Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menjelaskan penangkapan itu bermula dari petugas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Program Lestari PT BGR Minamas Raih Silver CSR & PDB Award

  • September 29, 2026
Program Lestari PT BGR Minamas Raih Silver CSR & PDB Award

Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

  • September 29, 2026
Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

Rektor UIN Sunan Kalijaga Dorong Integrasi-Interkoneksi Keilmuan

  • September 29, 2026
Rektor UIN Sunan Kalijaga Dorong Integrasi-Interkoneksi Keilmuan

Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam

  • September 29, 2026
Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam

John Herdman hingga Maarten Paes Acungi Jempol, Skuad Garuda Unjuk Jiwa Petarung di FIFA ASEAN Cup 2026

  • September 29, 2026
John Herdman hingga  Maarten Paes Acungi Jempol,  Skuad Garuda Unjuk Jiwa Petarung di FIFA ASEAN Cup 2026

Imbang 0-0 Lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapten Kevin Diks Minta Perjuangan Skuad Garuda Berlaga dengan 10 Pemain Dihargai

  • September 29, 2026
Imbang 0-0 Lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapten Kevin Diks Minta Perjuangan Skuad Garuda Berlaga dengan 10 Pemain Dihargai