
ISRA Mi’raj adalah peristiwa penting dalam Islam yang menceritakan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW atas izin Allah. Peristiwa ini disebutkan dalam Al-Qur’an dan menjadi salah satu momen spiritual yang memperkuat iman umat Islam. Isra Mi’raj memiliki dua bagian utama:
1. Isra (Perjalanan Malam)
Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem dalam satu malam. Peristiwa ini disebutkan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Isra (17:1):
“Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telag Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
2. Mi’raj (Perjalanan ke Langit)
Setelah sampai di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW naik ke langit (Mi’raj) melalui berbagai tingkatan. Dalam perjalanan ini, beliau bertemu dengan para nabi terdahulu, seperti Nabi Adam, Nabi Musa, Nabi Isa, hingga Nabi Ibrahim. Nabi Muhammad juga menyaksikan surga, neraka, dan tanda-tanda kebesaran Allah lainnya.
Di puncak perjalanan, Nabi Muhammad SAW bertemu langsung dengan Allah SWT, di mana beliau menerima perintah tentang salat lima waktu sebagai kewajiban bagi umat Islam. Ini menjadi salah satu pelajaran utama bahwa pentingnya salat sebagai ibadah utama.
Makna dan Hikmah Isra Mi’raj:
- Menguatkan Iman: Peristiwa ini mengajarkan umat Islam tentang kebesaran dan kekuasaan Allah.
- Kewajiban Salat: Isra Mi’raj menekankan pentingnya salat sebagai tiang agama dan penghubung antara manusia dengan Allah.
- Keimanan kepada Hal Ghaib: Isra Mi’raj adalah ujian keimanan bagi umat Islam, karena peristiwa ini melampaui akal manusia.
- Persatuan Umat: Hubungan antara Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa menunjukkan pentingnya persatuan umat Islam secara global.
Isra Mi’raj dirayakan sebagai momen spiritual dan refleksi atas pentingnya hubungan manusia dengan Allah SWT. (*/S-01)








