Pasokan BBM dan LPG di Wilayah Bencana di Jateng masih Aman

PASOKAN BBM dan LPG di wilayah terdampak bencana di Jawa Tengah secara umum masih aman dan normal.

Area Manager Commrel & CSR JBT Pertamina Patra Niaga Taufiq Kurniawan menyampaikan hal itu setelah melakukan pengecekan Selasa (21/1) hingga pukul 18.00 WIB.

Dari pantauan itu terlihat bahwa pasokan BBM dan LPG aman di daerah terdampak bencana.

“Beberapa bencana terjadi bersamaan pada Selasa (21/1) di Jawa Tengah. Di antaranya jebolnya tanggul sungai, bendungan, banjir serta rob akibat intensitas hujan yang tinggi,” kata Tuafiq Kurniawan, Rabu (22/1).

Bencana banjir dan longsor akibat debit sungai yang tidak terkendali setelah jebol bendungan di Grobogan, Sragen, Pekalongan, dan Kendal.

BACA JUGA  38 Desa di Sragen Berpotensi Alami Krisis Air Bersih pada Kemarau Tahun ini

Ia menjelaskan terdapat beberapa lembaga penyalur BBM terdampak. Namun sudah dilakukan mitigasi resiko sehingga masyarakat masih dapat memperoleh BBM dan tidak terjadi panic buying.

“Beberapa lembaga penyalur yakni SPBU Nelayan Tawangsari, Kendal tanki Solar 20 KL terendam air, namun masih ada tanki Solar 32 KL yang masih aman dan bebas air,” jelasnya.

Sehingga masih dapat digunakan penyaluran BBM. “Kami terus dimonitor dan sedang dilakukan pengurasan utk tanki 20 kl,” lanjut Taufiq.

Sementara itu SPBU 44.581.11 MT Haryono Kuwaron Grobogan terendam air akibat bendungan jebol.

SPBU tersebut setop beroperasi dari pukul 9.30. Supply dialihkan ke SPBU sekitar yakni SPBU 44.58119, 44.58102, 44.58106 Grobogan. Serta SPBU 44.595.14 dan  SPBU 45595.30 berbatasan dengan Demak.

BACA JUGA  Jembatan Kaligawe Tol Semarang-Demak Difungsionalkan Selama Arus Mudik

Menurutnya, semua sarfas supply point utama dan penyaluran mobil tanki tidak ada yang tertunda karena masih dapat melintas di jalur alternatif.

“Kami juga menyalurkan bantuan CSR first aid bencana di beberapa titik seperti di Patebon Kendal dan menyusul ke longsor dan banjir Pekalongan,” katanya. (Htm/S-01).

Siswantini Suryandari

Related Posts

BPS Sebut DI Yogyakarta Alami Deflasi 0,31 Persen pada Juli

BADAN Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat pada Juli 2026 terjadi deflasi sebesar 0,31 persen secara month-to-month (m-to-m). Sementara itu, secara year-to-date (y-to-d) terjadi inflasi sebesar 1,27 persen, dan…

Pemkot Bandung Matangkan Transisi Pengolahan Sampah

PEMERINTAH Kota Bandung terus melakukan berbagai persiapan menjelang beroperasinya Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2029. Selain menyiapkan armada khusus pengangkut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

BPS Sebut DI Yogyakarta Alami Deflasi 0,31 Persen pada Juli

  • August 4, 2026
BPS Sebut DI Yogyakarta Alami Deflasi 0,31 Persen pada Juli

Pemkot Bandung Matangkan Transisi Pengolahan Sampah

  • August 4, 2026
Pemkot Bandung Matangkan Transisi Pengolahan Sampah

UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular

  • August 4, 2026
UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular

11 Dekan Baru UAD Diminta Persiapkan AkreditasI Institusi pada 2027

  • August 4, 2026
11 Dekan Baru UAD Diminta Persiapkan AkreditasI Institusi pada 2027

Selundupkan Narkotika di Korset, WN Malaysia Ditangkap Satgaspam Bandara Juanda

  • August 4, 2026
Selundupkan Narkotika di Korset, WN Malaysia Ditangkap Satgaspam Bandara Juanda

LPP Beri Pelatihan kepada 87 Pekebun Sawit

  • August 3, 2026
LPP Beri Pelatihan kepada 87 Pekebun Sawit