Dana Keistimewaan Kota Yogyakarta untuk Bangun Rusunawa

DANA Keistimewaan yang diperoleh Pemerintah Kota Yogyakarta sebesar Rp5 miliar pada tahun anggaran 2025 untuk membangun rusunawa.

Pembangunan rusunawa (rumah susun sederhan sewa ) dengan biaya dana keistimewaan itu di Kelurahan Muja Muju, Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Umi Akhsanti mengatakan pembangunan rusunawa sebagai upaya pemenuhan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Menurut Umi, rusunawa tersebut tidak besar tapi ini menjadi salah satu upaya untuk menyediakan rumah ataupun hunian layak yang terjangkau untuk masyarakat.

Pengusulan pembangunan rusunawa tersebut sudah direncanakan pada 2019 untuk dilaksanakan pada 2020. Namun diundur karena refocusing anggaran untuk Covid-19.

BACA JUGA  Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Sleman

“Ini menjadi bagian dari integrasi penataan kawasan Muja Muju dalam program ‘Mundur Munggah Madhep Kali,” ujarnya, Jumat (10/1).

Setelah rencana itu disetujui pada 2025, pembangunan fisik bakal dimulai pada April dengan target pengerjaan selama enam bulan dan tuntas pada September 2025.

Masing-masing unit memiliki luas 35 meter persegi dengan dua kamar, dan satu ruang yang bisa dijadikan dapur ataupun ruang keluarga.

“Ada satu kamar orangtua dan satu kamar anak. Ada satu lagi ruangan yang nanti bisa disesuaikan dengan penghuni,” terang Umi.

“Apakah mau dikasih pembatas tirai dan semacamnya untuk dijadikan dapur dan ruang keluarga,” lanjutnya.

Dengan skema yang sama laiknya rusunawa lainnya, calon penghuni diharuskan ber-KTP Yogyakarta, sudah berkeluarga, serta memiliki penghasilan rendah. (AGT/S-01)

BACA JUGA  25 Mahasiswa Fapet UGM Awasi Pemotongan Hewan Kurban

Siswantini Suryandari

Related Posts

Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

SEBANYAK Lima Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan panen raya jagung secara serentak. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan penanaman jagung dalam program Desa Binaan Imigrasi…

  • Blog
  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara semakin kompetitif. Negara-negara ASEAN terus meningkatkan kualitas tim, termasuk melalui rekrutmen pemain naturalisasi dan pemain dari berbagai…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Vikram Sinha Kembali Jabat Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Tbk

  • September 30, 2026
Vikram Sinha Kembali Jabat Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Tbk

Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

  • September 30, 2026
Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

Kejaksaan Tinggi DIY Tahan Dua Petinggi BUKP Tegalrejo Kota Yogyakarta

  • September 30, 2026
Kejaksaan Tinggi DIY Tahan Dua Petinggi BUKP Tegalrejo Kota Yogyakarta

Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas  Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

  • September 30, 2026
Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap Sistem Pertahanan Masih Punya PR

  • September 30, 2026
10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap  Sistem Pertahanan Masih Punya PR