
TITIK panas atau hotspot sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terdeteksi di Provinsi Riau. Dari pantauan terakhir satelit, Senin (28/10), ditemukan sebanyak 72 titik panas di Riau yang tersebar pada 10 kabupaten dan kota.
Forecaster on Duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Indah Desinigraha mengatakan titik panas terbanyak di Riau ditemukan di Kampar sebanyak 15 titik, Indragiri Hulu sebanyak 12 titik, Bengkalis sebanyak sembilan titik, Rokan Hulu sebanyak delapan titik, Pelalawan sebanyak tujuh titik.
Kemudian Rokan Hilir, Siak, dan Indragiri Hilir dengan masing-masing sebanyak enam titik, Kota Dumai sebanyak dua titik, dan Kepulauan Meranti sebanyak satu titik panas.
“Sehingga total jumlah titik panas yang terpantau di Riau sebanyak 72 titik panas,” ujarnya.
Adapun jumlah terbanyak titik panas di Pulau Sumatra di antaranya terdeteksi berada di Sumatra Selatan sebanyak 120 titik, Jambi sebanyak 85 titik, Bangka Belitung sebanyak 74 titik, Lampung sebanyak 66 titik, Sumatra Barat sebanyak 61 titik, Bengkulu sebanyak 17 titik, Aceh sebanyak delapan titik, dan Kepulauan Riau sebanyak satu titik panas.
Status siaga darurat
Sementara Komandan Manggala Agni Daops Pekanbaru Chaerul Parsaulian Ginting mengatakan kondisi lapangan di Riau saat ini masih kondusif. Adapun status siaga darurat Karhutla Riau masih berlangsung hingga akhir November mendatang.
“Kondisi di lapangan masih kondusif. Kami selalu siap siaga untuk menangani dan mengantisipasi karhutla,” jelas Chaerul. (Rud/N-01)







