
PADA 1961 ada seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) yang hobi bermain bola dan bergabung dengan klub sepakbola UNI Bandung.
Klub tersebut merupakan salah satu anggota Divisi Utama Persib, kompetisi internal yang bertujuan mencari kader pemain inti bagi klub legendaris Persib Bandung.
Setahun berselang pada 1962, anak muda yang lahir di Purwakarta dan besar di Ciamis itu terpilih menjadi pemain inti Persib Bandung. Namanya, Abdullah Himendra Wargahadibrata.
Hendra atau Himendra, begitu dia biasa dipanggil oleh rekan-rekannya, menempati posisi sebagai striker di UNI dan Persib, Rekan satu timnya saat itu antara lain Yus Etek, Max Timisela, Wowo Sunaryo, dan Emen Suwarman.
Fokus studi
Selama lebih dari 10 tahun memperkuat Persib, Himendra pernah juga dipanggil untuk bergabung dengan timnas PSSI junior.
Namun posisi sebagai pemain timnas PSSI junior itu terpaksa dilepas karena Himendra masih harus fokus dengan studi kedokterannya di Bandung.
Pemain bertubuh jangkung itu lalu gantung sepatu sebagai pemain Persib pada 1973 dan mengabdi sebagai akademisi di Unpad dan dokter di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Himendra dikenal sebagai seorang playmaker, yang menjadi otaknya permainan. Selain pemain bola yang andal, Himendra juga dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan pernah terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unpad. Karakter pemimpin jelas terlihat dari rekam jejak kehidupannya.
Jadi Rektor Unpad
Menjadi Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran, Pembantu Rektor III, Pembantu Rektor V hingga pada rentang tahun 1998-2007, Prof. Dr. H. A. Himendra Wargahadibrata, dr., Sp.An., KIC., menjabat sebagai Rektor Unpad.
Rektor yang juga dikenal sebagai “Profesor Persib” itu wafat pada 13 Februari 2020 lalu dalam usia 77 tahun. (Dari berbagai sumber/zahra/M-01)








