Mushaf Alquran Berusia 2 Abad Terawat Baik di Sidoarjo

MUSHAF Alquran kuno berusia lebih dari dua abad, yang ditulis tangan Ki Atmo Prawito pada zaman Paku Buwono IV masih terawat baik di tangan seorang warga Sidoarjo.

Mushaf Alquran kuno itu selama ini diketahui hanya ada di tiga tempat. Mushaf yang pertama menjadi koleksi Keraton Yogyakarta (Kanjeng Kyai Al-Qur’an), dan kedua ada di Museum Purnabhakti Pertiwi (milik keluarga Presiden Soeharto/Ibu Tien Soeharto).

Sementara koleksi ketiga berada di tangan kolektor warga Sidoarjo, Erwin Dian Rosyidi,46. Erwin menyimpan dan merawat benda bersejarah itu di perpustakaan rumahnya di Citra Garden, Entalsewu, Buduran, Sidoarjo.

Naskah kuno tersebut bukan sekadar kitab suci, melainkan juga sebuah “Mushaf Istana”. Artinya menjadi bukti puncak peradaban seni, teknik, dan ekonomi pada masa kejayaan Keraton Surakarta Hadiningrat.

BACA JUGA  Sepuluh Hari Nataru, Bandara Juanda Layani 430.540 Penumpang

Proses panjang

Erwin Dian Rosyidi tengah menunjukan mushaf Alquran kuno koleksinya. (Dok/Ist)

“Mushaf ini ditulis oleh Ki Atmo Prawito, seorang abdi dalem Keraton Surakarta Hadiningrat atas perintah langsung Sinuhun Paku Buwono IV sekitar tahun 1796-1801. Dalam sejarah manuskrip di Indonesia, keraton berfungsi sebagai “pabrik” atau pusat produksi utama naskah-naskah berkualitas tinggi sebelum akhirnya tradisi ini menyebar ke masyarakat luas,” kata Erwin, Senin (23/2).

Erwin sendiri mengaku mendapatkan mushaf ini melalui proses yang panjang. Awalnya, naskah ini ditawarkan oleh kolektor asal Jakarta dengan mahar Rp1 miliar. Meski sempat terjadi pemutusan komunikasi selama empat tahun, Erwin akhirnya berhasil menyelamatkan pusaka ini.

Menurut Erwin, pihak Keraton Surakarta pun telah mengakui naskah ini sebagai pusaka resmi. Pada akhir bulan Sya’ban, sebuah prosesi khataman diadakan dan dihadiri oleh utusan resmi Sinuhun Paku Buwono XIV, yang datang dengan pakaian adat lengkap sebagai bentuk penghormatan terhadap kembalinya warisan leluhur mereka.

BACA JUGA  Siswa Baru Smamda Kunjungi Dormitory saat MPLS

Iluminasi emas

Erwin menambahkan, secara teknis mushaf ini menunjukkan kualitas yang melampaui zamannya. Mushaf Al-Quran ini juga memiliki iluminasi emas asli.

“Menggunakan tinta emas asli yang diperkirakan memiliki kadar 21 hingga 22 karat. Emas ini masih menempel sempurna dan tidak rontok meski sudah berusia dua abad,” kata Erwin.

Kolektor naskah-naskah kuno ini juga menjelaskan, mushaf ditulis di atas kertas Eropa berkualitas dengan tanda air (watermark). Teknik penulisan juga sangat maju sehingga tinta tidak tembus ke halaman belakang meskipun kertasnya relatif tipis.

Motif emboss

Mushaf Quran kuno ini terdiri dari sekitar 600 halaman utuh 30 juz, dengan sampul kulit asli bermotif emboss yang masih sangat kuat. Berdasarkan kajian akademis, nilai sebuah mushaf pada masa itu sangatlah tinggi. Untuk mushaf standar yang “biasa” (tanpa hiasan emas dan tulisan standar), nilainya setara dengan barter satu ekor sapi pada akhir 1800-an.

BACA JUGA  Prihatin Kerusakan Ekologis, KOJ Sidoarjo Deklarasi Aksi Save Tambak

“Dapat dibayangkan betapa jauh lebih berharganya mushaf beriluminasi emas seperti karya Ki Atmo Prawito ini, yang pembuatannya membutuhkan keahlian langka yang hanya dimiliki segelintir penulis istana,” kata Erwin.

“Penemuan Erwin ini bukan sekadar kepemilikan pribadi, melainkan penyelamatan data sejarah yang membuktikan bahwa Indonesia memiliki tradisi literasi kelas dunia yang sangat mewah dan terjaga. (OTW/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Penalti Peralta Antar Persib Kalahkan The Cong-Viettel

PERSIB Bandung mengamankan poin penuh setelah menundukkan The Cong-Viettel dengan skor 1-0 pada matchday kedua Grup E ACL 2 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (14/10) malam. Gol tunggal…

Refleksi 196 Tahun Kabupaten Gunungkidul: Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengajak jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk memaknai tema peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-196 Kabupaten Gunungkidul, “Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Wamendikdasmen Harap Dewan Pendidikan Bisa Tingkatkan Mutu Layanan

  • October 14, 2026
Wamendikdasmen Harap Dewan Pendidikan Bisa Tingkatkan Mutu Layanan

Respons Berbagai Musibah Pemkab Garut Gelar Doa Bersama

  • October 14, 2026
Respons Berbagai Musibah Pemkab Garut Gelar Doa Bersama

Bupati Garut Soroti Kesenjangan Partisipasi Sekolah Swasta

  • October 14, 2026
Bupati Garut Soroti Kesenjangan Partisipasi Sekolah Swasta

Penalti Peralta Antar Persib Kalahkan The Cong-Viettel

  • October 14, 2026
Penalti Peralta Antar Persib Kalahkan The Cong-Viettel

Wamendagri Puji Inovasi Penanganan TB Jateng

  • October 14, 2026
Wamendagri Puji Inovasi Penanganan TB Jateng

Refleksi 196 Tahun Kabupaten Gunungkidul: Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine

  • October 14, 2026
Refleksi 196 Tahun Kabupaten Gunungkidul: Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine