Respons Era Society 5.0, ITB Luncurkan Program Magister Kecerdasan Sistem

UNTUK menjawab dinamika global menuju era Industri 5.0 dan Society 5.0, Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin ITB, meluncurkan program studi baru yakni Magister Kecerdasan Sistem (Systems Intelligence).

Wakil Dekan Sumber Daya SPITM ITB, Dr.Eng. Ir. Mirzam Abdurrachman memaparkan, program ini hadir sebagai terobosan pendidikan interdisipliner yang mengintegrasikan teknologi mutakhir dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Di tengah percepatan transformasi digital, ITB menegaskan pentingnya pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada kesejahteraan, etika, dan kebijaksanaan manusia.

“Magister Kecerdasan Sistem dirancang dengan paradigma human-centered artificial intelligence. Kecerdasan artifisial diposisikan sebagai mitra strategis manusia. Pendekatan ini mendorong kemampuan untuk memahami konteks (situational awareness), mengambil keputusan yang bijak, serta merancang solusi adaptif terhadap persoalan kompleks di masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA  ITB Gelar CDT Tahap 2 Tanamkan Nilai Adaptif, Integritas

Menurut Mirzam, Ruang lingkup keilmuan program ini mencakup integrasi berbagai bidang seperti Artificial Intelligence, Internet of Things (IoT), sistem cerdas, transportasi. Hingga perencanaan wilayah yang terhubung secara sistemik.

Kurikulum Multidisiplin yang Adaptif dan Relevan

Sebagai program unggulan berbasis kolaborasi lintas disiplin, kurikulum Magister Kecerdasan Sistem melibatkan sinergi berbagai fakultas dan sekolah di ITB yakni;
– Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
– Fakultas Teknologi Industri (FTI)
– Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
– Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
– Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
– Fakultas Teknologi Mesin dan Dirgantara (FTMD)
– Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)

“Pendekatan ini memastikan lulusan memiliki keseimbangan antara kompetensi teknis dan manajerial. Mahasiswa akan dibekali keahlian seperti Deep Learning dan Digital Twin, sekaligus kemampuan strategis seperti Design Thinking, Digital Leadership dan pemahaman budaya digital,” tuturnya.

BACA JUGA  Resmi Jadi Rektor ITB, Prof Tatacipta Siap Buat Gebrakan

Struktur Program yang Fleksibel

Program ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan profesional maupun peneliti dengan struktur sebagai berikut:

– Beban studi: 42–48 SKS
– Durasi studi: 3–4 semester
– Jalur Studi:
• By Course (berbasis perkuliahan)
• By Research (berbasis riset)
• Fokus Smart-X: Mahasiswa dapat memilih spesialisasi pada berbagai domain strategis, seperti: Smart City, Smart Industry, Smart Environment, Smart Energy, hingga Smart Maritime.

Perkuat kedaulatan

Mizam menambahkan, peluncuran program ini merupakan langkah strategis ITB dalam memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia. Dengan membekali lulusan kompetensi abad ke-21 Creative Thinking, Critical Thinking, Communication dan Collaboration (4C), program ini diharapkan mampu melahirkan talenta yang tidak hanya adaptif, tetapi juga inovatif dan berdaya saing global.

BACA JUGA  APBN Tak Cukup Biayai Bencana, Perlu Skema Asuransi

“Lulusan diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun sistem cerdas nasional yang mandiri, aman secara siber, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat luas,” imbuhnya.

Pendaftaran Dibuka

Pendaftaran untuk angkatan pertama Magister Kecerdasan Sistem telah resmi dibuka melalui portal seleksi pascasarjana ITB. Program ini terbuka bagi:

– Profesional lintas sektor
– Praktisi pemerintahan
– Lulusan sarjana dari bidang teknik, sains, maupun manajemen

ITB mengundang talenta terbaik bangsa untuk bersama-sama membangun masa depan Indonesia yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan berdaulat secara teknologi.

Informasi pendaftaran selengkapnya dapat diakses di Admission ITB (https://admission.itb.ac.id/id/program/pascasarjana/program-magister-id#Pendaftaran).(zahra/M-01)

Related Posts

Bidang Ilmu Kimia UGM Masuk Peringkat 2 Nasional

BIDANG Ilmu Kimia UGM menurut lembaga pemeringkat QS WUR (World University Rankings) by Subject 2026 berada di peringkat 451-500 dunia. Di tingkat nasional, Bidang Ilmu Kimia UGM berada di peringkat…

18 Ribu Peserta akan Mengikuti UTBK ITB 2026

HINGGA penutupan pendaftaran pada 7 April, tercatat sebanyak 18.653 calon peserta akan mengikuti Ujian  Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB).  Jumlah peserta yang mendaftar tersebut mendekati…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Timnas Indonesia Gasak Timor Leste, Vietnam Cukur Malaysia

  • April 13, 2026
Timnas Indonesia Gasak Timor Leste, Vietnam Cukur Malaysia

Lewat Autism Awarness Day, Masyarakat Diharap Hapus Stigma Autisme

  • April 13, 2026
Lewat Autism Awarness Day, Masyarakat Diharap Hapus Stigma Autisme

Walhi Jabar Nilai Pemkab Bandung Gagal Atasi Bencana Banjir 

  • April 13, 2026
Walhi Jabar Nilai Pemkab Bandung Gagal Atasi Bencana Banjir 

Zero TB Yogyakarta Gelar ACF di Gunungkidul

  • April 13, 2026
Zero TB Yogyakarta Gelar ACF di Gunungkidul

Imigrasi Surabaya Amankan 3 WN Tiongkok dalam Operasi Wirawaspada

  • April 13, 2026
Imigrasi Surabaya Amankan 3 WN Tiongkok dalam Operasi Wirawaspada

Bidang Ilmu Kimia UGM Masuk Peringkat 2 Nasional

  • April 13, 2026
Bidang Ilmu Kimia UGM Masuk Peringkat 2 Nasional