
AKTRIS legendaris Prancis Brigitte Bardot meninggal dunia pada usia 91 tahun, Minggu ()28/12). Bardot dikenal sebagai ikon perfilman Prancis era 1950-an dan 1960-an sekaligus simbol pembebasan seksual yang melanda Eropa pada paruh kedua abad ke-20.
Peran-peran ikoniknya, termasuk dalam film And God Created Woman, mengukuhkan status Bardot sebagai figur budaya yang berpengaruh besar dalam sejarah sinema dunia. Sepanjang kariernya, ia membintangi hampir 50 film sebelum memutuskan mundur dari dunia akting pada usia 39 tahun.
Setelah meninggalkan layar lebar, Bardot mendedikasikan hidupnya untuk perjuangan kesejahteraan hewan. Ia pernah menyatakan, “Saya telah memberikan masa muda dan kecantikan saya kepada laki-laki, kini saya memberikan kebijaksanaan dan pengalaman saya kepada hewan.” Komitmen tersebut diwujudkan melalui Brigitte Bardot Foundation, organisasi yang aktif mengampanyekan perlindungan hak-hak hewan.
Brigitte Bardot dan aksi politik
Dilansir dari BBC, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan penghormatan atas wafatnya Bardot. Ia memuji sosok Bardot sebagai representasi “kehidupan Prancis” dengan “kilau universal” yang menginspirasi banyak orang. “Ia menyentuh kita semua. Kita kehilangan seorang legenda abad ini,” ujar Macron.
Namun, perjalanan hidup Bardot juga diwarnai sejumlah kontroversi. Pada 2008, ia untuk kelima kalinya dinyatakan bersalah atas tuduhan menghasut kebencian rasial setelah menuliskan keluhan di situs pribadinya yang menyebut umat Muslim “menghancurkan negara dengan memaksakan cara hidup mereka”. Bardot kembali menuai kritik pada 2018 terkait pernyataannya yang dianggap meremehkan gerakan #MeToo.
Meski demikian, Bardot tetap memiliki basis penggemar yang kuat. Ungkapan duka dan penghormatan mengalir di Saint-Tropez, kota yang lekat dengan sosoknya. Sejumlah politisi, institusi perfilman, serta berbagai organisasi perlindungan hewan turut menyampaikan pernyataan belasungkawa dan mengenang kontribusi Bardot bagi dunia seni dan kemanusiaan. (*/S-01)









