
PENGADILAN Negeri Pusat Seoul memutuskan bahwa kontrak eksklusif antara agensi ADOR dan para anggota girl group NewJeans dinyatakan sah dan tetap berlaku.
Putusan ini dibacakan pada Kamis (30/10) oleh Divisi Sipil ke-41 Pengadilan Negeri Seoul. Dalam sidang tersebut, majelis hakim mengabulkan gugatan ADOR yang meminta pengesahan hukum atas kontrak eksklusif dengan lima anggota NewJeans.
Tidak Ada Pelanggaran Kontrak
Dalam pertimbangannya, pengadilan menyatakan bahwa pemecatan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, tidak dapat dianggap sebagai pelanggaran kontrak eksklusif.
“Sulit disimpulkan bahwa ADOR melanggar kontrak hanya karena memberhentikan Min Hee Jin dari posisi CEO,” demikian pernyataan pengadilan.
Hakim juga menjelaskan bahwa Min Hee Jin tetap bisa menjalankan peran sebagai produser melalui posisinya di dewan direksi, sehingga tidak wajib mempertahankan jabatan CEO untuk melakukan tugas tersebut.
“Tidak ada klausul dalam kontrak yang menyatakan bahwa pemberhentian Min Hee Jin akan memengaruhi keabsahan kontrak. Meski para anggota NewJeans memiliki kepercayaan besar terhadapnya, hal itu tidak cukup menjadi alasan hukum untuk membatalkan kontrak,” lanjut pengadilan.
ADOR Dinilai Tetap Jalankan Kewajiban
Majelis hakim juga menilai bahwa setelah pemberhentian Min Hee Jin, ADOR tetap melanjutkan kegiatan manajemen untuk para anggota NewJeans, termasuk persiapan album, konser, pertemuan penggemar, dan kerja sama iklan.
“Melihat aktivitas yang terus berjalan, tidak dapat disimpulkan bahwa ADOR mengabaikan kewajiban manajemennya,” ujar pengadilan.
Selain itu, pengadilan juga menilai audit yang dilakukan HYBE terhadap Min Hee Jin adalah sah secara hukum.
Dalam pertimbangannya, hakim menyebut bahwa Min Hee Jin terlebih dahulu melakukan langkah media ofensif dengan menuding grup ILLIT dan LE SSERAFIM meniru konsep NewJeans.
“Mantan CEO Min Hee Jin memulai perang opini publik sejak April 2024, bukan untuk melindungi NewJeans, tetapi untuk mencapai tujuan memperoleh kemandirian dari HYBE,” tulis putusan tersebut.
Klaim Pelecehan di Tempat Kerja Ditolak
Pengadilan juga menolak klaim NewJeans yang menyebut mereka mengalami pelecehan di tempat kerja, setelah salah satu manajer grup ILLIT diduga melontarkan komentar merendahkan terhadap anggota NewJeans, Hanni.
“Berdasarkan bukti yang diajukan, sulit disimpulkan bahwa Hanni benar-benar mendengar ucapan seperti ‘abaikan dia’ dari manajer ILLIT, atau bahwa peristiwa tersebut melanggar hak pribadinya,” tulis pengadilan.
ADOR disebut telah menindaklanjuti laporan tersebut secara memadai, termasuk dengan meminta HYBE untuk meninjau rekaman CCTV terkait segera setelah keluhan disampaikan.
Latar Belakang Perselisihan
Kasus ini berawal dari konferensi pers darurat yang digelar NewJeans pada 28 November 2024, di mana mereka menyatakan akan meninggalkan ADOR karena permintaan mereka terhadap pihak agensi tidak dipenuhi.
Dalam kesempatan itu, mereka juga menuntut agar Min Hee Jin dikembalikan ke posisinya sebagai CEO, setelah sebelumnya dicopot pada Agustus 2024 akibat konflik internal dengan HYBE.
Setelah itu, para anggota membuka akun media sosial baru dan pada 7 Februari 2025 mengumumkan akan melanjutkan kegiatan mereka secara independen di bawah nama grup baru, NJZ.
Namun, ADOR menegaskan bahwa kontrak eksklusif dengan NewJeans masih berlaku secara sah. Dan pada Desember 2024 mengajukan gugatan ke pengadilan untuk mendapatkan kepastian hukum terkait keabsahan kontrak tersebut. (Soompi/S-01)








