Efek IKEA: Terjebak dalam Hubungan yang Tak Sehat

Efek IKEA dalam konteks hubungan merujuk pada kecenderungan seseorang untuk memberikan nilai berlebih pada hubungan yang telah mereka investasikan banyak usaha, meskipun hubungan tersebut mungkin tidak sehat atau memuaskan secara objektif.

Hal ini paralel dengan bias kognitif di mana seseorang menilai lebih tinggi produk yang mereka rakit sendiri, seperti furnitur IKEA. Semakin besar usaha yang dikeluarkan dalam sebuah hubungan, semakin sulit untuk melepaskannya—terlepas dari kualitas hubungan itu sendiri.

Berikut penjelasan lebih rinci:

Usaha dan Persepsi Nilai

Inti dari efek IKEA adalah bahwa semakin besar upaya yang diberikan, semakin tinggi pula nilai yang dirasakan. Dalam hubungan, hal ini berarti seseorang bisa merasa lebih terikat hanya karena waktu, energi, dan beban emosional yang telah diinvestasikan.

“Dibuat dengan Cinta” vs. “Layak Dicintai”

Seperti dijelaskan dalam Psychology Today, usaha yang kita curahkan bisa membuat kita merasa lebih terhubung, baik pada benda fisik maupun dalam hubungan. Kita mungkin menganggap hubungan itu berharga hanya karena kita sudah berusaha keras, padahal bisa jadi hubungan itu tidak benar-benar memenuhi kebutuhan kita.

Strategi “Susah Didapat”

Efek IKEA juga berkaitan dengan konsep “playing hard to get” atau membuat diri tampak sulit didekati. Strategi ini dapat mendorong seseorang untuk mengeluarkan lebih banyak usaha, waktu, dan perhatian—yang kemudian membuat mereka merasa hubungan tersebut lebih bernilai karena sudah diperjuangkan.

Risiko dan Bahaya

Meski efek IKEA dapat menciptakan rasa pencapaian dan keterikatan, dalam hubungan hal ini bisa menjadi jebakan. Menurut Thred, banyak orang akhirnya bertahan dalam hubungan yang tidak sehat atau tidak membahagiakan hanya karena sudah terlanjur berinvestasi secara emosional. Ini bisa berujung pada perilaku mengejar secara emosional—selalu mencari validasi dan kasih sayang, sering kali dengan mengorbankan kesejahteraan diri sendiri.

Keseimbangan adalah Kunci

Memahami efek IKEA dapat membantu seseorang mengenali ketika investasi emosionalnya tidak sebanding dengan manfaat nyata dari hubungan tersebut. Penting untuk mengevaluasi apakah usaha yang dikeluarkan dibalas setimpal dan apakah hubungan tersebut berkontribusi pada dinamika yang sehat dan seimbang.

Jika Anda merasa terus berusaha keras dalam sebuah hubungan tapi tidak mendapat dukungan yang setara, mungkin saatnya mempertimbangkan kembali: apakah Anda mencintai hubungan itu, atau hanya hasil dari semua usaha yang sudah Anda tanamkan? (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

FH UII Peringkat 1 PTS Nasional Versi THE WUR

FAKULTAS Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) meraih peringkat pertama tingkat nasional untuk kategori perguruan tinggi swasta (PTS) dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) by Subject Law…

PSHK UII Soroti Penggantian Calon Hakim Konstitusi Usulan DPR

DPR RI mengganti nama calon Hakim Konstitusi (MK) usulannya dari Inosentius Samsul menjadi Adies Kadir. Pergantian ini menuai sorotan karena Adies sebelumnya pernah dinonaktifkan sebagai anggota DPR RI terkait kehadirannya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim SAR Temukan Tiga Bodypack Korban Longsor di Hari Keenam

  • January 29, 2026
Tim SAR Temukan Tiga Bodypack Korban Longsor di Hari Keenam

Gilas Garuda Jaya, Samator Jaga Asa ke Final Four Proliga

  • January 29, 2026
Gilas Garuda Jaya, Samator Jaga Asa ke Final Four Proliga

KLH Gandeng ITB Kaji Lanskap Wilayah Longsor Cisarua

  • January 29, 2026
KLH Gandeng  ITB Kaji Lanskap Wilayah Longsor Cisarua

Aktivis Perempuan Kecam Pembongkaran Pagar Mutiara Regency

  • January 29, 2026
Aktivis Perempuan Kecam Pembongkaran Pagar Mutiara Regency

Curi Peralatan Foto, Ibu dan Anak Ditangkap

  • January 29, 2026
Curi Peralatan Foto, Ibu dan Anak Ditangkap

Polisi Tetapkan Pelaku Eksploitasi Anak Jadi Tersangka

  • January 29, 2026
Polisi Tetapkan Pelaku Eksploitasi Anak Jadi Tersangka