
PENYAKIT tidak menular (PTM) merupakan penyebab kematian utama pada lanjut usia. Estimasi global menunjukkan 26,2% penduduk berusia di atas 18 tahun memiliki tekanan darah meningkat, 8,5% memiliki kadar glukosa darah puasa meningkat, dan 44,6% mengalami berat badan berlebih.
Di Indonesia, hipertensi pada usia 40 tahun ke atas mencapai 47,8% dengan hampir 70% di antaranya belum terdiagnosis dan lebih dari 91% tidak terkendali.
Guna mencegah lebih dini penyakit tidak menular di kalangan petani di Kalurahan Bimomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat, Program Magister Fakultas Kedokteran (FK) UII menggelar kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 200 orang lanjut usia (lansia) di Balai Kelurahan Bimomartani.
Kegiatan ini melibatkan 15 dokter, mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat, Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat, Program Magister FK UII dan tenaga kesehatan serta kader dari Puskesmas Ngemplak ini sebagai salah satu upaya untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular pada warga lansia.
Memberi pengetahuan
Ketua Prodi Kesehatan Masyarakat, Program Magister FK UII Dr. dr. Titik Kuntari MPH, Selasa mengatakan secara umum kegiatan ini untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular pada lansia khususnya di Bimomartani.
Ia mengatakan juga kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kondisi kesehatan diri sendiri yang selama ini belum terperiksa, khususnya kadar gula darah, kolesterol dan asam urat, sehingga penyakit yang belum menimbulkan gejala dapat dikenali lebih awal dan ditangani sebelum menimbulkan komplikasi.
“Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, gula darah puasa, kolesterol total dan asam urat,” katanya.
Peserta ujarnya kemudian mendapatkan juga edukasi, rujukan dan obat dasar sesuai indikasi. Luaran dari kegiatan ini berupa laporan pengabdian, artikel ilmiah yang disubmit pada jurnal nasional terakreditasi dan dokumen hasil pemeriksaan individual yang diserahkan kepada peserta dan puskesmas setempat.
“Kegiatan ini diharapkan meningkatkan cakupan deteksi dini PTM pada lansia, memperkuat peran Posyandu Lansia, dan menyediakan data dasar status kesehatan lansia di wilayah tersebut,” kata Titik Kuntari.
Sektor pertanian
Kalurahan Bimomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, memiliki penduduk lanjut usia yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian dan belum memperoleh pemeriksaan kesehatan berkala.
Padahal kelima pengukuran tersebut saling melengkapi berat badan dan tinggi badan menghasilkan indeks massa tubuh sebagai penanda status gizi, tekanan darah menggambarkan beban kardiovaskular, glukosa darah puasa menilai kendali metabolisme karbohidrat, kolesterol total menilai risiko aterosklerosis, dan asam urat mendeteksi gangguan metabolisme purin yang sering menyertai obesitas dan dislipidemia.(AGT/D-01)






