UPI Siap Terapkan Kebijakan WFH

UNIVERSITAS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyatakan kesiapan dalam mengimplementasikan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yulianto

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si., Direktur Direktorat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta UPI,  Selasa (7/4).

Menurut Prof. Ahmad Yani, UPI telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan pembelajaran digital melalui pembentukan direktorat khusus yang menangani kurikulum dan pembelajaran berbasis teknologi. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam merespons kebijakan PJJ secara adaptif dan kontekstual.

“Secara kelembagaan, UPI sudah siap. Bahkan saat ini kami tengah merintis pengembangan program studi berbasis PJJ, dengan target hingga 15 program studi pada tahun ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Mahasiswa UPI Juara 2 Inovasi Teknologi Digital Pendidikan Pada Lomba LIDM 2024

Tidak seragam

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa implementasi PJJ tidak dilakukan secara seragam atau berdasarkan mahasiswa tingkat awal atau akhir, melainkan disesuaikan dengan karakteristik mata kuliah.

Mata kuliah berbasis teori dinilai lebih memungkinkan dilaksanakan secara daring, sementara mata kuliah praktik tetap memerlukan pembelajaran luring.

UPI juga akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap mata kuliah, dosen pengampu, serta kesiapan modul digital sebelum menerapkan kebijakan secara penuh. Pendekatan ini dinilai penting agar pelaksanaan PJJ tetap menjaga kualitas pembelajaran sekaligus memenuhi aspek administratif.

Dari sisi infrastruktur, UPI telah menyiapkan penguatan platform pembelajaran digital yang akan terus dikembangkan, termasuk peningkatan Sistem Pembelajaran Online Terpadu (SPOT) dan integrasi pemantauan interaksi pembelajaran. Selain itu, dosen didorong untuk melengkapi modul pembelajaran digital berupa teks, video, tugas, dan evaluasi.

BACA JUGA  Rektor UPI Solehuddin Bantah Pilrek Tidak Transparan

“Tantangan utama bukan pada kebijakan, tetapi pada kesiapan konten pembelajaran digital. Modul harus lengkap dan interaksi dosen-mahasiswa harus terjamin agar PJJ berjalan efektif,” jelasnya. (zahra/M-01)

Related Posts

Disdik Kota Bandung Imbau Orang Tua Persiapkan SPMB Sejak Dini

DINAS Pendidikan (Disdik) Kota Bandung terus mengintensifkan sosialisasi terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan  kebutuhan administrasi sejak jauh hari. “Masih terdapat waktu sekitar satu bulan…

UGM Siapkan Kuota 1.221 Mahasiswa Baru Lewat Jalur IUP Gelombang II

UNIVERSITAS Gadjah Mada Yogyakarta membuka penerimaan mahasiswa baru melalui Jalur IUP (International Undergraduate Program) gelombang kedua. Melalui pendaftaran yang berlangsung hingga 28 April mendatang, UGM akan menerima 1.221 mahasiswa baru…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemkot Bandung tidak Mau Gegabah Tanggapi Dugaan Kebocoran Data

  • April 8, 2026
Pemkot Bandung tidak Mau Gegabah Tanggapi Dugaan Kebocoran Data

Disdik Kota Bandung Imbau Orang Tua Persiapkan SPMB Sejak Dini

  • April 8, 2026
Disdik Kota Bandung Imbau Orang Tua Persiapkan SPMB Sejak Dini

UPI Siap Terapkan Kebijakan WFH

  • April 8, 2026
UPI Siap Terapkan Kebijakan WFH

Iran dan AS Sepakat Gencatan Senjata, Berikut Poin-poin Syaratnya

  • April 8, 2026
Iran dan AS  Sepakat Gencatan Senjata, Berikut Poin-poin Syaratnya

KLH Kebut Pembangunan PSEL untuk Atasi Krisis Sampah di Jabar

  • April 8, 2026
KLH Kebut Pembangunan PSEL untuk Atasi Krisis Sampah di Jabar

Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran

  • April 8, 2026
Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran