Pengembangan Formulasi Dawet Ayu Banjarnegara untuk Memperluas Pasar

DAWET Ayu telah lama dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Kabupaten Banjarnegara. Perpaduan dawet, santan, dan gula dengan karakter khas menjadikan minuman tradisional itu tidak hanya sebagai produk pangan, tetapi juga bagian dari identitas daerah.

Namun, perubahan gaya hidup masyarakat dan pola konsumsi menghadirkan tantangan baru. Produk tradisional kini dituntut untuk tidak hanya bercita rasa khas, tetapi juga praktis, menarik, mudah diperoleh, konsisten mutunya, dan mampu bersaing di pasar digital.

Tantangan tersebut menjadi perhatian dalam program ‘Pengembangan Dawet Ayu sebagai Produk Tradisional Unggulan Banjarnegara Menjadi Minuman Instan Berbasis Teknologi Semi Otomatis Tahun ke-2’. Tim pun melakukan pendampingan secara bertahap mulai dari formulasi produk untuk kemasan modern, pengembangan Dawet Ayu instan, penguatan pemasaran, hingga perhitungan nilai ekonomis dan analisis teknis-ekonomis produk.

Formulasi Produk untuk Kemasan Kaleng dan Pouch

Program ‘Pengembangan Dawet Ayu sebagai Produk Tradisional Unggulan Banjarnegara Menjadi Minuman Instan Berbasis Teknologi Semi Otomatis Tahun ke-2’. (Dok/Ist)

Tahap penting yang dilakukan adalah mengembangkan formulasi Dawet Ayu untuk alternatif kemasan kaleng dan pouch. Formulasi diperlukan karena Dawet Ayu terdiri atas beberapa komponen dengan karakteristik berbeda sehingga inovasi tidak cukup dilakukan dengan sekadar memindahkan produk dari wadah konvensional ke kemasan baru.

BACA JUGA  Mahasiswa Undip Raih Penghargaan Inovasi Bidang Irigasi dan Nutrisi Pertanian

Tim mengembangkan formulasi dengan tetap mempertahankan karakter produk sekaligus menyesuaikannya dengan bentuk penyajian dan kemasan yang dikembangkan. Penggunaan kemasan modern diharapkan meningkatkan kepraktisan dan daya tarik produk serta membuka peluang pasar baru tanpa menghilangkan identitas Dawet Ayu sebagai produk khas Banjarnegara.

Pengembangan produk juga melanjutkan diversifikasi yang telah dilakukan sebelumnya melalui penggunaan bahan alami seperti bunga telang dan bunga kecombrang. Hal ini menunjukkan bahwa produk tradisional memiliki ruang inovasi yang luas dengan tetap mempertahankan karakter dasarnya.

Mengembangkan Dawet Ayu Instan

Proses pembuatan Dawet Ayu. (Dok.Ist)

Tahap berikutnya adalah formulasi Dawet Ayu menjadi produk instan. Inovasi ini membuka peluang agar Dawet Ayu tidak hanya dipasarkan sebagai minuman siap konsumsi, tetapi juga dalam bentuk yang lebih praktis dan memiliki peluang distribusi lebih luas.

Pengembangan tersebut didukung penerapan teknologi tepat guna berupa food dehydrator. Teknologi pengeringan digunakan untuk mendukung pengembangan komponen Dawet Ayu instan sekaligus mengurangi ketergantungan pada tahapan produksi yang sebelumnya masih banyak dilakukan secara manual.

Produk instan memiliki nilai strategis karena berpotensi dikembangkan sebagai oleh-oleh khas Banjarnegara dan menjangkau konsumen di luar daerah. Inovasi ini bukan untuk menggantikan Dawet Ayu tradisional, tetapi memberikan alternatif produk sesuai kebutuhan konsumen modern.

BACA JUGA  Mangkunegoro X Berharap Budaya dan Inovasi Ciptakan Harmoninisasi

Prinsip yang dijaga adalah bahwa modernisasi tidak harus menghilangkan tradisi. Cita rasa dan identitas lokal tetap menjadi kekuatan utama, sementara teknologi digunakan untuk meningkatkan kepraktisan dan peluang pasar.

Menghitung Nilai Ekonomis Produk

Digitalisasi menjadi keharusan saat ini untuk memperluas pasar sebuah produk. (Dok/ist)

Inovasi produk juga harus menjawab pertanyaan penting bagi UMKM: apakah produk tersebut layak dan menguntungkan untuk diproduksi? Karena itu, tim melakukan pendampingan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan pembukuan usaha agar mitra mampu mengetahui biaya produksi secara lebih terukur.

HPP menjadi dasar penting dalam menentukan harga jual. Tanpa perhitungan yang tepat, UMKM berisiko menetapkan harga hanya berdasarkan perkiraan atau mengikuti pesaing tanpa mengetahui struktur biaya sebenarnya. Pendampingan juga dilengkapi dengan penyusunan SOP produksi dan SOP operasional agar proses produksi lebih tertata, konsisten, dan siap dikembangkan pada kapasitas yang lebih besar.

Program ini diketuai Prof. Dr. Rifda Naufalin, S.P., M.Si., bersama Rumpoko Wicaksono, S.P., M.P. dan Prof. Dr. Icuk Rangga Bawono, S.E., M.Si. dari Universitas Jenderal Soedirman serta Dwi Ari Cahyani, S.TP., M.P. dari Politeknik Banjarnegara.

BACA JUGA  Mahasiswa UGM Kembangkan Reverse Aqua Pump-VAC untuk Terapi Luka

Kegiatan juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah, Paguyuban Dawet Ayu Banjarnegara, serta mitra UMKM Dawet Mba Ida dan Peralatan Dawet Rf.

Butuh keterhubungan

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan produk unggulan daerah membutuhkan keterhubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan pelaku usaha, dukungan pemerintah, dan kondisi pasar.

Pengembangan Dawet Ayu dari formulasi kemasan kaleng dan pouch, produk instan, teknologi tepat guna, pemasaran digital, hingga analisis teknis-ekonomis diarahkan agar Dawet Ayu tetap menjadi ikon kuliner Banjarnegara sekaligus berkembang menjadi produk unggulan yang adaptif dan memiliki pasar lebih luas.

Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah Tahun Anggaran 2026. (RO/YY/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Inovasi SaClay Mahasiswa UPNVY, Perpanjang Masa Simpan Cabai hingga 15 Hari

PARA petani cabai, sering harus berhadapan degn fluktuasi harga dan kualitas hasil panen, terutama saat panen raya. Kondisi dan kejadian ini, menjadi perhatian serius mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta…

Mahasiswa UGM Cari Solusi Cegah Konflik Manusia dengan Monyet

KONFLIK antara manusia dengan monyet ekor panjang (Macara fascicularis) di wilayah Gunungkidul, sudah sering terjadi. Akibatnya para  petani kerap mengalami kerugian karena terjadinya kerusakan tanaman. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

  • September 15, 2026
Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

  • September 14, 2026
Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

  • September 14, 2026
Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

  • September 14, 2026
Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya