Ada 356 Pengaduan Perundungan Dokter di RS Vertikal Kemenkes

KASUS perundungan dialami almarhumah dr Aulia Risma Lestari menguak banyak kasus perundungan di rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan di Indonesia.

Kementerian Kesehatan telah membuka kanal laporan bullying atau perundungan peserta dokter spesialis di rumah sakit vertikal milik Kemenkes.

Dari website perundungan.kemkes.go.id ada 356 pengaduan bullying. Rinciannya  211 laporan terjadi di RS vertikal dan 145 laporan dari luar RS vertikal (RSV).

Jenis perundungan yang banyak dilaporkan yakni perundungan non fisik, non verbal, dan jam kerja yang tidak wajar.

Serta pemberian tugas yang tidak ada kaitan dengan pendidikan dan bullying verbal berupa intimidasi.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril mengatakan laporan yang masuk sejak Juli 2023 hingga 9 Agustus 2024.

BACA JUGA  Kepala Prodi Anestesiologi, Kepala Staf dan Dokter Jadi Tersangka

Syahril mengatakan dari hasil investigasi yang dilakukan terhadap 156 kasus bullying, sebanyak 39 peserta didik (residen) maupun dokter pengajar (konsulen) telah diberikan sanksi tegas.

“Sementara itu, untuk 145 laporan di luar RSV, telah dikembalikan ke instansinya untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Sementara itu hasil investigasi kasus dr Aulia Risma Lestari muncul temuan baru bahwa ada praktik pungutan yang dibebankan kepada mahasiswa PPDS termasuk dr Aulia.

Jubir Kemenkes Mohammad Syahril menyebut temuan itu didapatkan melalui proses investigasi yang dilakukan Kemenkes.

“Permintaan uang ini berkisar antara Rp20 hingga Rp40 juta per bulan,” kata Syahril dalam keterangannya, Minggu (1/9).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta kasus bullying di lingkungan pelayanan kesehatan harus dihapuskan.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Sebar Nyamuk Wolbachia di 4 Kelurahan

Untuk itu laporan bullying di rumah sakit vertikal di bawah Kemenkes harus dituntaskan.  (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

KAWASAN destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko menghadirkan liburan nyaman penuh makna untuk pengalaman wisata yang memadukan kekayaan warisan budaya, kreativitas seni, hingga aktivitas interaktif…

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

DIREKTORAT Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah mengungkap sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya dugaan kekerasan fisik dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

  • June 30, 2026
Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

  • June 30, 2026
Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

  • June 30, 2026
Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

  • June 30, 2026
Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

  • June 30, 2026
Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak