Banyak Riset Perguruan Tinggi tidak Bisa Diterapkan

RISET di perguruan tinggi sejatinya memainkan peran vital dalam kemajuan pengetahuan, inovasi dan pengembangan teknologi. Sayangnya, banyak hasil riset perguruan tinggi tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Plt Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Warsito. Menurut Warsito banyak hasil penelitian yang tidak diterapkan atau tidak sesuai dengan kebutuhan praktis, sehingga sulit untuk diterapkan dan dikomersialkan.

“Untuk itu perlu ditekankan pentingnya meningkatkan relevansi dan produktivitas riset perguruan tinggi, serta evaluasi sejauh mana riset yang telah dilakukan relevan dengan kebutuhan industri, pemerintah dan masyarakat,” kata Warsito dalam keterangannya, Minggu (11/8).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat 4.004 perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2022. Secara rinci 3.107 perguruan tinggi berada di bawah Kemendikbud-Ristek dan 897 kampus di bawah Kementerian Agama. Melihat sebarannya, perguruan tinggi paling banyak di Jawa Barat yakni sebanyak 557 perguruan tinggi.

BACA JUGA  Kenaikan Harga Emas Turut Memicu Inflasi Jabar

Sebagai pusat industri dan perdagangan, Jawa Barat membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dan terdidik untuk mendukung perkembangan ekonomi dan sosial. Namun, ada kekhawatiran mengenai sejauh mana pendidikan tinggi di provinsi ini relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan industri.

Warsito menyampaikan bahwa strategi pengembangan riset harus mengedepankan transformasi dan mengantisipasi dinamika global jauh ke depan. Jadi bagaimana unsur ketidakpastian masa depan, harus dijawab dengan bagaimana arah pengembangan riset.

“Saya berharap benar benar terjadi adanya aksi nyata yang bisa dilakukan semua para stakeholder,” ujar Warsito.

Warsito juga mengatakan KemenkoPMK siap mengoordinasikan semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan. Saat ini ada sejumlah persoalan penting yang harus segera dituntaskan, seperti penurunan stunting, angka kemiskinan, dan tingkat pengangguran.

BACA JUGA  Indeks Ketimpangan Gender Daerah Istimewa Yogyakarta Turun di 2025

“KemenkoPMK siap mengoordinasikan seluruh perguruan tinggi dan pihak lain terkait untuk bagaimana menjawab dan menyelesaikan permasalahan di Jawa Barat,” pungkasnya. (N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan

PERBEDAAN latar belakang agama tidak menjadi penghalang bagi Romo Adrianus Fani untuk menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Justru keberagaman yang ia temukan selama menjadi mahasiswa menjadi salah satu…

Dompet Dhuafa Bantu Renovasi 4 Sarana Sanitasi di RTQ Ali Imron Bogor

DALAM upaya menciptakan lingkungan belajar Al-Qur’an yang bersih, aman, dan kondusif bagi masyarakat, GREAT Edunesia Dompet Dhuafa menyalurkan Dana Aksi Kebaikan untuk pembangunan dan renovasi 4 unit sarana sanitasi di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan

  • August 12, 2026
Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII Ganti Nama Jadi FTDI

  • August 12, 2026
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII Ganti Nama Jadi FTDI

GMKI Desak Kapolres Kebut Penyelidikan Kebakaran Pasar Dwikora

  • August 12, 2026
GMKI Desak Kapolres Kebut Penyelidikan Kebakaran Pasar Dwikora

Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

  • August 11, 2026
Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan

  • August 11, 2026
Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan

Dieng Culture Festival 2026 Siap Beri Pengalaman Berbeda

  • August 11, 2026
Dieng Culture Festival 2026 Siap Beri Pengalaman Berbeda