Risiko Kehamilan Remaja Lebih Tinggi

MASYARAKAT diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap risiko kehamilan, terutama pada perempuan usia remaja. Risiko kehamilan pada remaja dinilai lebih tinggi dibandingkan perempuan dewasa.

“Risiko ini antara lain preeklamsia, kelahiran prematur, hingga risiko kematian ibu dan bayi,” kata dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Al-Irsyad Cilacap, Pri Hastuti, Jumat (20/2).

Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam pertemuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM).

Dalam paparannya bertajuk Kesehatan Reproduksi Perempuan, Pri Hastuti menekankan pentingnya perencanaan keluarga serta rekomendasi usia ideal pernikahan sebagaimana dianjurkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Ia menjelaskan, kesehatan reproduksi bukan sekadar terbebas dari penyakit, tetapi mencakup kondisi fisik, mental, dan sosial secara utuh. Mengacu pada definisi World Health Organization (WHO), kesehatan reproduksi berkaitan dengan seluruh aspek sistem reproduksi, fungsi, serta prosesnya.

“Perempuan perlu memahami tubuhnya sejak dini, mulai dari masa pubertas, menstruasi, hingga fase menopause. Edukasi ini penting agar setiap perempuan mampu menjaga dan mengambil keputusan terbaik terkait kesehatan reproduksinya,” ujarnya.

Pri juga memaparkan proses fisiologis pubertas, menarche, hingga siklus menstruasi, termasuk peran hormon seperti estrogen dan GnRH dalam mengatur sistem reproduksi. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai perubahan anatomi dan fisiologi pada remaja perempuan, serta pentingnya kesiapan biologis, psikologis, dan sosial sebelum memasuki usia pernikahan.

Tak hanya membahas remaja, materi juga mencakup persoalan kesehatan reproduksi yang kerap dialami perempuan dewasa, seperti gangguan haid, infeksi menular seksual (IMS), infertilitas, hingga perubahan fisik dan psikis pada masa menopause.

Melalui edukasi ini, peserta diharapkan semakin sadar pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna menjaga kesehatan reproduksi sepanjang siklus kehidupan. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

UII Gelar Wisuda Sekolah Lansia Standar 1

DIREKTORAT Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menggelar Wisuda Sekolah Lansia Standar 1 EduSia UII Maharani pada Selasa Tercatat sebanyak 31 warga Kota Yogyakarta yang…

UIN Sunan Kalijaga Lepas 3.725 Mahasiswa untuk KKN

SEBANYAK 3.725 mahasiswa dari berbagai fakultas di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dilepas untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga, Dr.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Sebut Perkuat Kerja Sama Strategis dengan India

  • July 7, 2026
Presiden Prabowo Sebut Perkuat Kerja Sama Strategis dengan India

RI dan India Sepakat Percepat Proyek Bandara Antariksa

  • July 7, 2026
RI dan India Sepakat Percepat Proyek Bandara Antariksa

Warga Jabar Diimbau Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026

  • July 7, 2026
Warga Jabar Diimbau Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026

Wagub Jabar Minta Ombudsman Awasi ASN Terlibat Judol

  • July 7, 2026
Wagub Jabar Minta Ombudsman Awasi ASN Terlibat Judol

UII Gelar Wisuda Sekolah Lansia Standar 1

  • July 7, 2026
UII Gelar Wisuda Sekolah Lansia Standar 1

UIN Sunan Kalijaga Lepas 3.725 Mahasiswa untuk KKN

  • July 7, 2026
UIN Sunan Kalijaga Lepas 3.725 Mahasiswa untuk KKN