Stunting dan Obesitas masih Tinggi, Pangan Lokal Jadi Solusi

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi utama pemenuhan gizi seimbang masyarakat dalam peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66.

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Lovely Daisy, mengatakan Indonesia masih menghadapi tantangan gizi yang serius. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, satu dari lima balita mengalami stunting, sementara 37,8 persen orang dewasa tergolong kelebihan berat badan (overweight).

“Kondisi ini diperparah dengan pola makan yang kurang beragam. Sebanyak 96,7 persen masyarakat kita kurang mengonsumsi sayur dan buah,” ujar Lovely dalam Webinar Nasional HGN ke-66 yang digelar Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Rabu (5/2).

Melalui slogan “Sehat Dimulai dari Piringku”, Kemenkes mengajak masyarakat menerapkan konsep Isi Piringku dengan memanfaatkan pangan lokal yang kaya nutrisi.

BACA JUGA  Berkomitmen Atasi Stunting, Nana Sudjana Dianugerahi Dharma Karya Kencana

Pentingnya pangan lokal juga disampaikan Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB, Prof. Rimbawan. Ia menilai pangan lokal memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pangan impor.

“Pangan lokal lebih segar karena rantai pasoknya pendek, mudah diakses, dan harganya lebih terjangkau. Selain memenuhi kebutuhan gizi, konsumsi pangan lokal juga berdampak nyata bagi ekonomi petani serta memperkuat identitas budaya kita,” jelasnya.

Pangan lokal cegah stunting dan obesitas

Sementara itu, Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menyoroti dampak serius pola makan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL). Konsumsi GGL berlebih, terutama di wilayah perkotaan, menjadi pemicu utama hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

“Kajian bersama BPOM menunjukkan, jika kebijakan pengendalian asam lemak trans dan reformulasi makanan diselaraskan, kita bisa mencegah 310 ribu kematian dan 580 ribu kasus penyakit jantung. Pengaturan batas maksimum GGL dan pelabelan pangan menjadi langkah krusial yang terus kami dorong,” tegas Nadia.

BACA JUGA  STIKes Respati Dorong Keluarga Risiko Stunting Program KB

Melalui tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”, pemerintah mendorong masyarakat menerapkan pola makan sehat yang terjangkau dan sesuai kearifan budaya setempat sebagai upaya memperbaiki kualitas gizi nasional.

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ribuan Orang Dilaporkan Tewas akibat Gelombang Panas di Eropa

GELOMBANG panas masih terus melanda Eropa. Korban jiwa pun mulai berjatuhan akibat suhu ekstrem tersebut. Di Prancis, menurut surat kabar setempat melaporkan setidaknya sudah 9.000 orang meninggal di negara tersebut…

Perlu Perbaikan Tata Laksana Klinis untuk Capai Nol Kematian Dengue 2030

DENGUE di Indonesia tercatat memberikan sumbangan sekitar 17 persen dari total kematian dengue global pada 2025. Hingga kini Indonesia masih menanggung beban penyakit dengue yang tinggi. Indonesia tercatat sebagai negara…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Ribuan Orang Dilaporkan Tewas akibat Gelombang Panas di Eropa

  • July 4, 2026
Ribuan Orang Dilaporkan Tewas akibat Gelombang Panas di Eropa

Hajar Filipina, Tim Voli Putri Indonesia Maju Perempat Final

  • July 4, 2026
Hajar Filipina, Tim Voli Putri Indonesia Maju Perempat Final

Jutaan Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

  • July 3, 2026
Jutaan Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Kena OTT KPK, Bupati Langkat akan Diperiksa Lebih Lanjut

  • July 3, 2026
Kena OTT KPK, Bupati Langkat akan Diperiksa Lebih Lanjut

Klopp Terdepan Jadi Arsitek Jerman pasca-Mundurnya Nagelsmann

  • July 3, 2026
Klopp Terdepan Jadi Arsitek Jerman pasca-Mundurnya Nagelsmann

Singkirkan Aljazair, Swiss Tunggu Pemenang Laga Kolombia vs Ghana

  • July 3, 2026
Singkirkan Aljazair, Swiss Tunggu Pemenang Laga Kolombia vs Ghana