Kematian Gajah Craig Bukti Sukses Konservasi Kenya

SEEKOR gajah jantan legendaris penghuni Taman Nasional Amboseli, Kenya, bernama Craig, dilaporkan mati pada Sabtu lalu di usia 54 tahun. Kematian Craig dinilai menjadi bukti keberhasilan Kenya dalam melindungi satwa liar dari ancaman perburuan.

Selain usianya yang panjang, Craig dikenal memiliki gading utuh dengan bobot mencapai sekitar 45 kilogram pada masing-masing sisi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gajah tersebut hidup di habitat yang aman dan terlindungi hingga akhir hayatnya.

Guru Besar Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM), Prof. Dr. drh. Raden Wisnu Nurcahyo, menyampaikan duka cita atas kematian Craig. Namun, ia juga mengapresiasi keberhasilan Kenya dalam menjaga habitat gajah di alam liar.

“Dengan gading sepanjang itu dan tetap utuh hingga akhir usia, ini menunjukkan Craig hidup nyaman, terlindungi dari perburuan, bebas ancaman, dan kebutuhan pakannya tercukupi,” ujar Wisnu, Senin (19/1).

BACA JUGA  Kementerian Kehutanan Translokasi Badak Jawa

Menurutnya, kematian Craig di usia 54 tahun mencerminkan keberhasilan program konservasi gajah di Kenya. Ia menilai, Taman Nasional Amboseli yang juga menjadi destinasi wisata internasional membuktikan bahwa satwa liar dapat dilestarikan tanpa harus dieksploitasi.

“Gajah tidak ditunggangi atau dipaksa tampil. Mereka hanya diamati dan difoto. Ini bisa menjadi pelajaran penting bagi pengelola wisata satwa di Indonesia,” katanya.

Gajah Craig vs gajah Indonesia

Wisnu menyoroti masih adanya praktik wisata di Indonesia yang belum sepenuhnya mengedepankan kesejahteraan gajah. Padahal, pemerintah melalui Kementerian Kehutanan serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah memiliki sejumlah program konservasi, termasuk Pusat Latihan Gajah (PLG) di beberapa taman nasional seperti Way Kambas, Bukit Barisan Selatan, Padang Sugihan, Bukit Tigapuluh, Tesso Nilo, dan Saree Aceh.

BACA JUGA  Pelari Kenya Kuasai Podium Mandiri Jogja Marathon

PLG bertujuan menyelamatkan gajah dari perburuan, kebakaran hutan, serta konflik dengan manusia untuk kemudian direhabilitasi. Namun, ancaman terbesar saat ini adalah terus menyusutnya habitat gajah di alam liar.

gajah craig mati di usia 54 tahun di kenya
Guru Besar Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM), Prof. Dr. drh. Raden Wisnu Nurcahyo. (MN/dok UGM)

“Pembalakan liar, perburuan gading, penyakit, pembukaan lahan sawit, pertambangan, hingga bencana banjir turut mengancam kelangsungan hidup gajah,” jelasnya. Ia menambahkan, banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatra pada akhir tahun lalu juga dilaporkan menyebabkan kematian gajah liar.

Terkait usia, Wisnu menyebut gajah di Indonesia yang berada di PLG rata-rata berusia 30–40 tahun. Tantangan terbesar adalah persoalan kesehatan, mengingat biaya pakan dan pengobatan gajah sangat tinggi.

“Banyak gajah mati akibat infeksi parasit kronis. Penelitian kami juga menemukan penularan penyakit dari ternak warga, serta ancaman virus EEHV yang rentan menyerang gajah muda,” ungkapnya.

BACA JUGA  Anak Gajah Sumatra Lahir di TWA Buluh Cina Kampar

Wisnu menegaskan, secara alami gajah di Afrika bisa hidup hingga 70 tahun, sementara di Asia sekitar 60 tahun. Namun di kebun binatang, usia gajah cenderung lebih pendek akibat stres dan keterbatasan ruang gerak.

Ia mendorong pemerintah untuk memperkuat konservasi gajah melalui perlindungan habitat, pengelolaan pakan yang baik, pemeriksaan kesehatan rutin, serta pelarangan eksploitasi dan atraksi yang menekan satwa.

“Habitat asli gajah harus dijaga dengan menghentikan pembukaan lahan baru, baik untuk sawit, pertambangan, maupun permukiman. Penegakan hukum harus tegas, jika tidak habitat gajah akan terus menyusut dan bencana alam akan berulang,” pungkasnya. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

TIM Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari. Inovasi itu memungkinkan konsumen melakukan transaksi tanpa menggunakan kartu maupun telepon genggam, melainkan…

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

UNTUK membantu meringankan beban para korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi, pemerintah mengirimkan Bantuan Presiden (Banpres) berupa 50.000 paket…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

  • August 15, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara