
UNIVERSITAS Negeri Yogyakarta (UNY) mengukuhkan tiga guru besar perempuan dalam upacara yang digelar di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY, Rabu (14/1). Ketiganya berasal dari bidang keilmuan berbeda dan dinilai memperkuat kontribusi akademisi perempuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Tiga guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Christina Ismaniati, M.Pd. dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Suhartini, M.S. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Prof. Dr. Farida Mulyaningsih, M.Kes. dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan.
Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian akademik ketiga profesor tersebut. Menurutnya, pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran strategis akademisi perempuan sekaligus mendorong pengembangan keilmuan lintas disiplin.
“Penambahan tiga guru besar perempuan ini menunjukkan komitmen UNY terhadap kesetaraan dan keunggulan akademik. Saat ini UNY memiliki 192 guru besar dari lebih dari 1.514 dosen,” ujar Rektor.
Tiga guru besar perempuan UNY
Ia menambahkan, hingga kini terdapat 106 dosen UNY yang telah memenuhi syarat (eligible) untuk menjadi guru besar. Ke depan, UNY juga mendorong percepatan raihan gelar doktor bagi dosen pada usia 35 tahun agar capaian guru besar dapat diraih sebelum usia 50 tahun.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Christina Ismaniati yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Ranting Ilmu Strategi Pembelajaran menekankan pentingnya pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Menurutnya, proses pembelajaran perlu dirancang tidak hanya berorientasi pada capaian nilai, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kreativitas.
“Strategi pembelajaran yang tepat menjadi kunci untuk menciptakan proses belajar yang bermakna, humanis, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Komitmen berkelanjutan
Sementara itu, Prof. Suhartini yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Ranting Ilmu Bioremediasi menyoroti peran pendekatan biologi dalam memulihkan lingkungan yang tercemar. Ia menilai bioremediasi merupakan solusi ilmiah yang efektif dan ramah lingkungan dalam menjaga keseimbangan ekosistem di tengah pesatnya pembangunan.
Adapun Prof. Farida Mulyaningsih, Guru Besar Ranting Ilmu Pembelajaran Aktivitas Ritmik, memaparkan bahwa aktivitas ritmik memiliki manfaat luas, tidak hanya bagi kesehatan fisik, tetapi juga mental dan sosial peserta didik.
“Pembelajaran aktivitas ritmik bukan sekadar melatih gerak, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan, dan kegembiraan dalam belajar,” ujarnya.
Pengukuhan tiga guru besar perempuan tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan UNY dalam mendorong keunggulan riset, penguatan peran perempuan, serta kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global melalui pengembangan ilmu pengetahuan. (AGT/S-01)









