
REKTOR Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Fathul Wahid menegaskan masalah hari ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu disiplin ilmu.
“Krisis iklim, ketimpangan ekonomi, etika kecerdasan buatan, semuanya menuntut kolaborasi lintasbidang, lintasbahasa, lintas-cara berpikir. Karena itu, pendidikan sejati bukanlah soal mencetak ahli sempit, tetapi menumbuhkan manusia yang mampu berpikir luas, berjejaring lintas disiplin, dan menghargai keragaman pengetahuan,” katanya di depan ratusan wisudawan Ahli Madya, Sarjana dan Pascasarjana di kampus Jalan Kaliurang Km 14.5 Sleman.
Rektor lebih lanjut mengemukakan, saat ini kita hidup dalam dunia yang tidak menghargai kepastian tunggal.
Pindahkan pengetahuan
Implikasinya, kata dia, dunia kerja modern menuntut knowledge transfer — kemampuan memindahkan pengetahuan dari satu konteks ke konteks lain.
“Mereka yang hanya bisa belajar dari pengalaman lama akan tertinggal. Tetapi mereka yang bisa belajar tanpa pengalaman langsung — yang bisa berimajinasi, mensintesis, dan menghubungkan — merekalah pemimpin masa depan,” katanya.
Karena itu kata Rektor para wisudawan jangan takut jika belum menemukan tujuan hidup hari ini. Tidak perlu khawatir jikabarah karier nanti berubah.
Kadang katanya perlu berkenalan dulu dengan berbagai pengalaman sebelum tahu mana yang benar-benar cocok untuk kita. “Ambillah waktu untuk menjelajah, karena menjelajah bukan membuang waktu. Ia adalah cara terbaik untuk menemukan makna, jalur yang paling pas menurut kita,” jelasnya.
Jangan takut gagal
Yang tak kalah penting, pesan Rektor jangan takut untuk gagal, bahkan untuk berhenti. Kadang berhenti justru langkah paling berani — karena ia memberi ruang untuk hal yang lebih sesuai. “Dunia ini terlalu luas untuk dijalani dengan pikiran yang sempit,” jelasnya.
Wisuda kali ini diikuti 1.419 lulusan dari berbagai jenjang mengikuti prosesi wisuda 9 dari program ahli madya, 58 dari program sarjana terapan, 1.221 dari program sarjana, 119 dari program magister, dan 12 dari program doktor.
Sampai hari ini, Universitas Islam Indonesia (UII) yang kita cintai telah melahirkan lebih dari 134.981 lulusan — mereka yang kini menebar manfaat di berbagai penjuru negeri, bahkan hingga ke mancanegara. (AGT/N-01)







