Sapi Gama Resmi Ditetapkan sebagai Rumpun Sapi Pedaging

SAPI Gama yang dikembangkan Fakultas Peternakan UGM bersama PT Widodo Makmur Perkasa ditetapkan sebagai rumpun sapi pedaging baru (Galur) di Indonesia oleh Kementerian Pertanian. Hal itu tertera dalam Keputusan Menteri Pertanian RI No 840/Kpts/HK.150/M/09/2025.

Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof. Ir. Budi Guntoro,mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas ditetapkannya sapi gama (gagah dan macho) sebagai rumpun sapi baru di Indonesia. Meski begitu pelepasan sapi gama ini bukan merupakan tujuan akhir dari penelitian ini. Menurutnya kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan harus dilakukan.

“Kita ingin terus melakukan pengembangan populasi sapi gama secara berkelanjutan, dalam rangka mencapai cita-cita kedaulatan pangan,” kata Budi, Rabu (1/10).

Hasil persilangan

Rumpun Sapi Gama sendiri merupakan hasil persilangan antara pejantan Belgian Blue dan induk Brahman Cross terseleksi yang kemudian menghasilkan sapi dengan keunggulan adaptif iklim tropik, berotot ganda dan daging berkualitas premium.
Menurut penuturan salah satu anggota tim peneliti, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, penelitian ini sudah berlangsung selama kurang lebih 13 tahun.

BACA JUGA  100 Peserta dari 15 Negara Ikuti Kursus Singkat Agrikultur di UGM

Prof. Ali Agus menyebutkan sapi gama memiliki keunggulan di antaranya adaptif terhadap iklim tropik, berotot ganda dan daging berkualitas premium. Selain dari ketiga keunggulan yang disebutkan, Ali mengungkapkan bahwa jenis sapi Gamma memiliki kelebihan lain, yaitu tidak kesulitan pada persalinan.

“Kendala kita selama ini di Indonesia, sapi-sapi kesulitan melahirkan, kemudian harus operasi sesar, sehingga banyak tantangan,” ungkapnya.

Belgian Blue, jelasnya memang berotot ganda, namun induk-induknya kerap mengalami kesulitan dalam persalinan dikarenakan ukuran anaknya yang besar dan berat. Oleh karena itu, lanjutnya Sapi Brahman Cross dipilih, dibandingkan jenis-jenis sapi lainnya sebagai induk karena sapi Brahman memiliki badan dan pinggul besar. “

BACA JUGA  Megawati: Perkuat Geopolitik Kelautan dan Kemandirian Bangsa

Jadinya sapi ini merupakan sapi tropik yang memiliki adaptabilitas baik pada kondisi tropik seperti di Indonesia,” ujarnya.

Pedet lebih kecil

Jika biasanya anak sapi Belgium Blue yang dilahirkan berbobot 40 sampai 60 kg, Sapi Gama hanya memiliki rata-rata bobot 36 kg. Meski demikian, Sapi Gama yang kecil ini mudah besar, dengan catatan pakannya baik. Sapi Gama juga memiliki tulang yang kecil dan otot yang ganda.

“Sehingga dalam umur 30 bulan atau 2,5 tahun, itu sudah layak untuk dipotong, dengan bobot mencapai 700-800 kg. Nah, sehingga kalau memotong sapi satu ekor ini, nah yang kelebihan lainnya karkasnya itu di atas 65 persen,” kata Prof. Ali Agus.

BACA JUGA  PKT UGM Ingatkan Risiko Kencing Tikus Saat Musim Hujan

Karkas merupakan bagian tubuh hewan setelah disembelih, dikuliti, dikeluarkan darah dan jeroannya, serta dipisahkan dari bagian kepala, kaki, dan organ lain yang tidak dapat dimakan, sehingga yang tersisa hanyalah bagian daging utuh yang siap diolah tinggal. Dari hasil penelitian yang telah dilakukannya, daging dan tulang Sapi Gama itu rata-rata 65% bahkan mencapai 68% yang tertinggi.

Ali berharap bahwa melalui Sapi Gama, Indonesia dapat menghasilkan daging-daging sapi premium secara mandiri. “Mudah-mudahan menjadi salah satu varian baru untuk mendukung kebutuhan daging-daging sapi premium, yang itu produk Indonesia,” harapnya. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

SATU dari 90 wisudawan lulusan Program Doktor Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada memiliki Indeks Prestasi 4,00 setelah menjalani kuliah pascasarjana selama 2 tahun 10 bulan. Wisudawan yang meraih IPK sempurna…

Puspenerbal Sulap Lahan 400m2 Jadi Kebun Melon Hidroponik

PUSAT Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda berhasil menyulap lahan terbatas seluas 400 meter persegi di kawasan Detasemen Polisi Militer (Denpom) Lanudal Juanda menjadi green house pertanian modern berbasis hidroponik. Melalui…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

  • July 30, 2026
Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor  dengan IPK 4.00

Puspenerbal Sulap Lahan 400m2 Jadi Kebun Melon Hidroponik

  • July 30, 2026
Puspenerbal Sulap Lahan 400m2 Jadi Kebun Melon Hidroponik

Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

  • July 29, 2026
Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

  • July 29, 2026
Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

  • July 29, 2026
Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

Kontroversi Warnai Penunjukan Mancini Sebagai Pelatih Italia

  • July 29, 2026
Kontroversi Warnai Penunjukan Mancini Sebagai Pelatih Italia