UII Dorong Arsitektur Hijau dan Berkelanjutan

JURUSAN Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Merancang Masa Depan: Arsitektur Berbasis Sejarah, Budaya, dan Perilaku”, Sabtu (13/9).

Kegiatan ini berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Haluoleo, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, dan Universitas Mulawarman.

Ketua Jurusan Arsitektur FTSP UII, Prof. Ar. Noor Cholis Idham, menekankan pentingnya arsitektur yang tidak hanya estetis dan teknis, tetapi juga ramah lingkungan serta bertanggung jawab secara sosial.

“Bahasa sekarang disebut green architect. Ramah lingkungan dan ramah kantong, artinya juga hemat biaya,” ujarnya.

Menurut Noor Cholis, di tengah urbanisasi, perubahan iklim, dan tantangan global, arsitektur harus mampu menghadirkan solusi berorientasi masa depan atau next habitat. “Bukan sekadar membangun, tapi bagaimana manusia bisa hidup harmonis dengan alam,” tambahnya.

BACA JUGA  Lindi TPA Berisiko Cemari Air dan Tanah

Dosen Arsitektur UII, Wisnu Bayuaji, menyoroti konsumsi energi rumah tangga di Indonesia yang masih tinggi, terutama untuk pencahayaan. “Rata-rata mencapai 23% dari total konsumsi energi nasional, dengan 20–30% di antaranya untuk pencahayaan. Padahal idealnya hanya 10–20%,” jelasnya.

Ia mendorong masyarakat memanfaatkan cahaya alami untuk mengurangi ketergantungan listrik.

Sementara itu, arsitek Yanuar Pratama Firdaus menekankan pentingnya pemanfaatan material bekas, khususnya kayu, dalam pembangunan rumah. Menurutnya, masyarakat Indonesia telah mengembangkan metode pengawetan kayu secara alami yang terbukti efektif.

“Masih banyak kayu bekas yang bisa dimanfaatkan kembali untuk hunian,” ujarnya.

Seminar ini diharapkan menjadi ruang diskusi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan arsitektur yang berkelanjutan, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. (AGT/S-01)

BACA JUGA  Mahfud MD: Sudah Ada Pemikiran Amandemen UUD

Siswantini Suryandari

Related Posts

2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

MUSIM kemarau sudah mulai berdampak di beberapa wilayah di Priangan Timur, Jawa Barat. Salah satunya berkurangnya pasokan air bersih. Kekeringan tersebut, menyebabkan 2.500 hektare lahan pertanian di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa…

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

POLSEK Ajibarang Polresta Banyumas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ajibarang bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Petak 32 Perhutani Banyumas Barat, Desa Tipar Kidul, Kecamatan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

  • July 31, 2026
2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

Awasi Kinerja ASN, Pemkot Tasikmalaya Kembangkan Aplikasi Si Kece Badai

  • July 31, 2026
Awasi Kinerja ASN, Pemkot Tasikmalaya Kembangkan Aplikasi Si Kece Badai

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

  • July 30, 2026
Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

  • July 30, 2026
Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

  • July 30, 2026
Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

  • July 30, 2026
Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim