Bedah Otak Robotik Pertama Pasien Anak Epilepsi di Vietnam

VINMEC Central Park International Hospital di Ho Chi Minh City mencatat sejarah dengan melakukan bedah otak terpandu robot pertama di Vietnam untuk pasien anak penderita epilepsi yang kebal obat. Keberhasilan ini menjadi terobosan besar bagi kemampuan bedah saraf di kawasan tersebut.

Pasien, B.Q.K., seorang anak laki-laki berusia 9 tahun asal Hanoi, menderita epilepsi sejak 2021. Meski telah menjalani berbagai pengobatan di dalam dan luar negeri, kondisinya tetap sulit dikendalikan, bahkan bisa mengalami puluhan kali kejang setiap hari. Selama lima tahun, keluarganya mencari pengobatan yang benar-benar tuntas.

Terobosan itu datang pada 17 Juni 2025. Dipimpin oleh Dr. Truong Van Tri, dengan dukungan pakar epilepsi asal Jepang, Associate Professor Dr. Shunsuke Nakae.

BACA JUGA  Sukses Lewati Thailand, Timnas Indonesia sudah Dinanti Vietnam

Tim bedah sukses menerapkan stereo-electroencephalography (SEEG) menggunakan sistem panduan robot AutoGuide™. Ini menjadi kali pertama teknologi SEEG robotik digunakan pada pasien anak di Vietnam.

Robot AutoGuide™ memungkinkan pemasangan elektroda dengan presisi tinggi di area otak berisiko tinggi, seperti orbitofrontal cortex dan inferior frontal gyrus, yang kaya pembuluh darah dan jalur saraf.

Dengan bantuan MRI 3 Tesla dan EEG multi-kanal, dokter memetakan aktivitas otak, menentukan fokus kejang, lalu melakukan pengangkatan jaringan secara minimal invasif.

“Untuk pertama kalinya, kami meraih hasil yang hampir sempurna dalam operasi epilepsi anak berkat AutoGuide™. Ini tonggak penting, khususnya bagi pasien muda yang sangat rentan terhadap operasi otak besar,” ujar Dr. Tri dikutip dari Medical Daily.

Pascaoperasi, pasien tidak mengalami gangguan neurologis dan bisa kembali beraktivitas normal. Frekuensi kejangnya turun lebih dari 95%, mencerminkan efektivitas sekaligus keamanan prosedur ini.

BACA JUGA  Ditahan Vietnam, Timnas U-17 Indonesia Gagal ke Semifinal

Bedah otak epilepsi dengan teknologi robot

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 30% pasien epilepsi bersifat kebal obat, dan operasi menjadi opsi terbaik mereka.

Pada pasien anak, menentukan lokasi pasti penyebab kejang jauh lebih sulit, karena pemeriksaan EEG, PET, atau MRI konvensional sering memberikan hasil yang tidak konklusif.

SEEG robotik mengatasi keterbatasan itu dengan akurasi sub-milimeter secara real-time, invasivitas rendah, dan waktu pemulihan lebih singkat. Dengan pencapaian ini, Vinmec Central Park menjadi salah satu rumah sakit di Asia yang mampu melakukan SEEG robotik pada anak.

Sebagai rumah sakit swasta terkemuka di Vietnam yang diakui untuk pasien internasional, operasi epilepsi robotik ini mencerminkan strategi Vinmec untuk mengembangkan pusat-pusat keunggulan medis.

BACA JUGA  Pesta Gol, Thailand dan Vietnam Puncaki Klasemen Grup

Kemajuan ini membawa layanan neurologi Vietnam semakin mendekati standar global. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

UNTUK membantu meringankan beban para korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi, pemerintah mengirimkan Bantuan Presiden (Banpres) berupa 50.000 paket…

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus mengevakuasi dan melakukan pendataan para korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

  • August 15, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara