Kemenkes Luncurkan Haji Ramah Lansia dan Disabilitas

KEMENTERIAN Kesehatan meluncurkan Haji Ramah Lansia dan Disabilitas. Kementerian Kesehatan mengusung empat kebijakan strategis dalam penyelenggaraan layanan kesehatan haji tahun ini.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo menyampaikan ini dalam Bimbingan Teknis Terintegrasi Tenaga PPIH Arab Saudi Tahun 1446H/2025M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (16/4).

Empat kebijakan mendukung Haji Ramah Lansia dan Disabilitas itu adalah melakukan penguatan pembinaan kesehatan jemaah haji.

Kedua, melaksanakan penguatan pemeriksaan kesehatan jemaah haji terstandardisasi berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/508/2024.

“Ketiga mengembangkan Siskohatkes dengan pengintegrasian Siskohatkes dengan Satu Sehat untuk mengidentifikasi data riwayat kesehatan jemaah haji melalui RME (Rekam Medik Elektronik),” terangnya.

BACA JUGA  Kemenkes-WHO Teken Hibah US$14,8 Juta Perkuat Kesehatan

Terakhir, menguatkan pelayanan kesehatan haji di Arab Saudi dengan penguatan peran pos kesehatan satelit di setiap hotel di Makkah. Penguatan ini dengan menempatkan dokter spesialis dan tenaga promkes di setiap sektor.

Serta melakukan pengadaan alat kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan di KKHI di antaranya X-Ray Mobile, Ekokardiogram, Elektrokardiogram, dan Sanitasi Kit.

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa profil kesehatan jemaah haji Indonesia pada tahun 2023–2024 didominasi oleh kelompok lanjut usia (lansia) berusia di atas 60 tahun.

“Secara umum, tidak banyak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sekitar 72% jemaah haji Indonesia memiliki penyakit penyerta,” kata Liliek.

Selama periode 2018–2024 (dikecualikan data masa pandemi Covid-19 2020-2022), penyakit pneumonia dan serangan jantung merupakan risiko kesehatan utama bagi jemaah di Arab Saudi.

BACA JUGA  Penyakit Campak Merebak, Imunisasi Anak Harus Dilengkapi

Liliek juga menyampaikan bahwa data pelayanan kesehatan kloter tahun 2023–2024 menunjukkan tingginya angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Serta meningkatnya kewaspadaan terhadap pneumonia, khususnya pada jemaah lansia dan penderita komorbid. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, Polda DIY menggelar Gerakan Pasar Murah di halaman Mapolda DIY pada Selasa. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB…

BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

KEDEPUTIAN Bidang Penghimpunn Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yayasan Harika untuk Kemanusiaan dan Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengajak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Ganda Putra Leo/Daniel Tambah Medali Emas untuk Indonesia

  • September 29, 2026
Ganda Putra Leo/Daniel Tambah Medali Emas untuk Indonesia

I Made Pajar Ariyana Sumbang Perak dari Cabang Surfing

  • September 29, 2026
I Made Pajar Ariyana Sumbang Perak dari Cabang Surfing

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

  • September 29, 2026
Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

  • September 29, 2026
BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

Program Lestari PT BGR Minamas Raih Silver CSR & PDB Award

  • September 29, 2026
Program Lestari PT BGR Minamas Raih Silver CSR & PDB Award

Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

  • September 29, 2026
Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik