Tahapan Hari Raya Nyepi Perlu Diketahui Publik

HARI Raya Nyepi tidak hanya berlangsung dalam satu hari, tetapi memiliki rangkaian upacara  atau tahapan yang dilakukan sebelum dan sesudahnya. Berikut adalah tahapan Hari Raya Nyepi selengkapnya:

1. Melasti (2-3 hari sebelum Nyepi)

Melasti adalah ritual penyucian diri dan benda-benda sakral ke laut, danau, atau sumber air lainnya. Umat Hindu membawa pratima (arca atau simbol dewa) dari pura ke pantai untuk dibersihkan. Makna Melasti adalah menyucikan diri dari hal-hal negatif sebelum memasuki Tahun Baru Saka.

2. Tawur Kesanga (Sehari sebelum Nyepi)

Tawur Kesanga adalah upacara yang bertujuan untuk menetralisir kekuatan negatif agar keseimbangan alam tetap terjaga.

  • Upacara Pecaruan – Dilaksanakan di persimpangan jalan atau halaman rumah dengan memberikan sesajen.
  • Pawai Ogoh-Ogoh – Ogoh-ogoh adalah patung raksasa yang melambangkan sifat buruk atau Bhuta Kala. Setelah diarak keliling desa, ogoh-ogoh biasanya dibakar sebagai simbol pembersihan diri dari sifat negatif.
BACA JUGA  Siagakan 104 Personel dan 52 Unit EV Charger di KTT WWF ke-10, PLN Panen Apresiasi

3. Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka – Keheningan Total)

Pada hari ini, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yaitu:

  1. Amati Geni – Tidak menyalakan api atau listrik.
  2. Amati Karya – Tidak bekerja atau melakukan aktivitas fisik.
  3. Amati Lelungan – Tidak bepergian ke mana-mana.
  4. Amati Lelanguan – Tidak bersenang-senang atau melakukan hiburan.

Seluruh Bali menjadi sunyi total, bahkan bandara dan pelabuhan ditutup selama 24 jam.

4. Ngembak Geni (Sehari setelah Nyepi)

Ngembak Geni adalah hari di mana umat Hindu kembali menjalani aktivitas seperti biasa, tetapi dengan hati yang lebih bersih dan damai. Pada hari ini, umat Hindu juga melakukan Dharma Shanti, yaitu saling memaafkan dengan keluarga, tetangga, dan kerabat.

BACA JUGA  LRT Bali Jadi Proyek Pertama di yang Dibangun tanpa Campur Tangan Pemerintah

5. Omed-Omedan (Tradisi di Bali, khususnya di Sesetan, Denpasar)

Omed-Omedan adalah tradisi unik di mana para pemuda dan pemudi saling berciuman dan disiram air oleh warga. Ritual ini dipercaya dapat membawa keberuntungan dan menghindari kesialan di tahun yang baru.

Tahapan Hari Raya  Nyepi ini mencerminkan filosofi keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kado Indah 25 Tahun Pernikahan Pasangan Andi Omara-Herliana adalah Jadi Guru Besar FH UGM

PENGUKUHAN Guru Besar menjadi momen istimewa bagi Prof. Andy Omara, Ph.D., dan Prof. Herliana, Ph.D. Pasalnya, pasangan suami istri dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) itu dikukuhkan sebagai…

UII Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk para Lansia

PENYAKIT tidak menular (PTM) merupakan penyebab kematian utama pada lanjut usia. Estimasi global menunjukkan 26,2% penduduk berusia di atas 18 tahun memiliki tekanan darah meningkat, 8,5% memiliki kadar glukosa darah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kapolda Jateng Siap Tindak Tegas Premanisme Berkedok Penagih Utang

  • October 14, 2026
Kapolda Jateng Siap Tindak Tegas Premanisme Berkedok Penagih Utang

Imigrasi Optimalkan Teknologi untuk Deteksi Dini Buronan Internasional

  • October 14, 2026
Imigrasi Optimalkan Teknologi untuk Deteksi Dini Buronan Internasional

Siaga TBC, Sekda Jateng Dorong Percepatan Eliminasi

  • October 13, 2026
Siaga TBC, Sekda Jateng Dorong Percepatan Eliminasi

Kado Indah 25 Tahun Pernikahan Pasangan Andi Omara-Herliana adalah Jadi Guru Besar FH UGM

  • October 13, 2026
Kado Indah 25 Tahun Pernikahan Pasangan Andi Omara-Herliana adalah Jadi Guru Besar FH UGM

UII Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk para Lansia

  • October 13, 2026
UII Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk para Lansia

Bantu Atasi Kekeringan, UGM Bikin 11 Sumur Bor di Purworejo

  • October 13, 2026
Bantu Atasi Kekeringan, UGM Bikin 11 Sumur Bor di Purworejo