Haru Penutupan Pendidikan Dasar Kepemimpinan SMKN Jateng

PENUTUPAN Pendidikan Dasar Kepemimpinan (PDK) angkatan XI, SMK Negeri Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (15/11) diwarnai isak tangis dan terharu.

Sebanyak 120 siswa baru tak kuasa menahan tangis, setelah empat bulan berpisah dengan orang tua, dan ditempa di “kawah Candradimuka”.

Desy Mayasari satu di antaranya. Bak terpisah ratusan purnama, ia dan ibunya Sri Kuswati saling memeluk erat.

Tak banyak bahasa yang keluar, hanya pandang penuh rindu, lantaran Kuswati mengalami gangguan pendengaran.

“Saya di rumah manja sama ibu. Saya kangen sekali dengan kasih sayangnya di rumah,” ujar siswa asal Kebumen itu.

“Saya merasa lega sekali, sudah bisa menempuh pendidikan dan kini bertemu dengan orang tua saya,” ungkapnya.

BACA JUGA  Aktivis Lintas Agama Jateng Tolak Kepengurusan FKUB

Lulus dari PDK SMK Negeri Jawa Tengah, ia merasa bersyukur dan berharap bisa mencapai citanya.

“Bapak sudah meninggal, ibu petani. Harapan saya bisa lebih baik dan membahagiakan orang tua,” harap siswi jurusan Teknik Instalasi dan Tenaga Listrik itu.

Tidak ada dukungan orang tua

Begitu pula dengan Tri Wulan Mugiarti, siswi asal Ambarawa itu nampak sedu sedan karena orang tua kandungnya tidak hadir.

“Bapak sudah meninggal, ibu pergi entah kemana. Saya kini didampingi oleh guru BK saya. Saya harus ikhlas menerima keadaan ini,” tuturnya.

Namun, ia bertekad agar momen tersebut menjadi batu pijakan perubahan nasib.

Tri bertekad belajar giat di SMK Negeri Jawa Tengah, untuk menghentikan rantai kemiskinan yang membelenggu.

BACA JUGA  38 Desa di Sragen Berpotensi Alami Krisis Air Bersih pada Kemarau Tahun ini

“Saya berharap, bila suatu saat bertemu ibu (kandung) dengan keadaan saya telah meraih kesuksesan,’ tutur siswi jurusan Teknik Instalasi dan Tenaga Listrik itu.

Bangun mental sukses SMKN

Kepala SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang Hardo Sujatmiko mengatakan penyelenggaraan PDK bertujuan membangun mental sukses.

Menurutnya, dengan kedisiplinan para siswa diajarkan untuk gigih meraih cita-cita, dan keluar dari zona kemiskinan.

“Yang paling utama adalah mengubah mental mereka. Menyeting mental mereka menjadi mental kaya, yaitu rajin, disiplin,” kata Hardo Sujatmiko.

“Ketika mindset mereka sudah oke, usaha untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan akan berhasil,” lanjutnya.

Selama PDK, 120 siswa baru SMK Negeri Jawa Tengah digembleng dengan pendidikan kedisiplinan dengan libatkan TNI.

BACA JUGA  BMKG: Longsor Majenang Dipicu Curah Hujan Tinggi

PDK juga diadakan di SMK Negeri Jateng yang ada di Pati dan Purbalingga.(Htm/S-01).

Siswantini Suryandari

Related Posts

Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

KAPTEN timnas Indonesia Jay Idzes dan kapten timnas putri Safira Ika Putri terpilih menjadi pemain terbaik pada acara PSSI Awards 2026 yang berlangsung di Studio 6 Emtek City, Sabtu (28/3/2026)…

Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

KELOMPOK milisi Yaman, Houthi, meluncurkan rudal balistik ke arah Israel pada Sabtu. Serangan itu menandai keterlibatan Houthi dalam perang di Timur Tengah. Juru bicara Houthi menyatakan bahwa kelompok tersebut telah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog Soal Nasib PPPK

  • March 30, 2026
Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog Soal Nasib PPPK

Menkes Gandeng China Cegah Tuberkulosis

  • March 29, 2026
Menkes Gandeng China Cegah Tuberkulosis

Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas

  • March 29, 2026
Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas

Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG Sampai Arus Balik

  • March 29, 2026
Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG Sampai Arus Balik

Pemkot Bandung Ikut Pemerintah Pusat Soal Kebijakan WFH

  • March 29, 2026
Pemkot Bandung Ikut  Pemerintah Pusat Soal Kebijakan WFH

Kalog Berkomitmen Perkuat Distribusi Energi Nasional

  • March 29, 2026
Kalog Berkomitmen Perkuat Distribusi Energi Nasional