Indonesia Gandeng Singapura Tingkatkan Pelayanan di RS Internasional Bali

INDONESIA melalui PT Pertamina Bina Medika – Indonesia Healthcare Corporation (IHC) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan SingHealth, grup layanan kesehatan masyarakat terbesar di Singapura, mengenai cross-sharing of praktik klinis, inovasi, pelatihan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sanur Bali, Selasa (30/4/2024).

MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama IHC drg. Mira Dyah Wahyuni, MARS, dan Prof. Ng Wai Hoe, Group CEO SingHealth, di The Meru Bali, disaksikan oleh Menteri Kesehatan Singapura, Mr. Ong Ye Kung yang khusus hadir di sela kegiatan kunjungannya mendampingi Perdana Menteri Singapura di Bogor.

Hadir pula Prof. Kenneth Kwek, CEO Singapore General Hospital (SGH) serta perwakilan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia.

SingHealth, dengan rumah sakit akut, pusat spesialis nasional, rumah sakit komunitas, dan poliklinik, memiliki reputasi baik dalam memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi. Misalnya, Singapore SGH, rumah sakit tersier akut terbesar SingHealth di Singapura menyediakan perawatan komprehensif yang berpusat pada pasien dengan lebih dari 50 spesialisasi klinis di kampusnya dan menduduki peringkat nomor 11 di dunia pada tahun 2024 menurut majalah Newsweek.

BACA JUGA  Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

“Melalui MoU ini, IHC akan mendapatkan akses terhadap pengetahuan dan keahlian SingHealth di berbagai bidang seperti manajemen rumah sakit, pelatihan staf, serta penelitian dan pengembangan,” ujar Mira.

Dengan kerjasama ini diharapkan posisi IHC khususnya Bali International Hospital (BIH) menjadi lebih kuat sebagai destinasi medical tourism. Kolaborasi ini melingkupi peningkatan clinical capacity building, transformasi dalam layanan asuhan keperawatan, dan patient journey.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui kolaborasi erat dengan SingHealth. Dengan ditandatanganinya MoU ini, IHC memasuki era baru kolaborasi yang akan membawa manfaat besar baik bagi IHC maupun masyarakat Indonesia,” ujar drg. Mira.

Kolaborasi tersebut akan menyasar tiga bidang prioritas strategis. Yang pertama adalah Clinical Excellence, yang menggarisbawahi pentingnya kualitas, keselamatan pasien, dan penelitian berdasarkan evidence-based practice.

BACA JUGA  Dua Tim Jebolan MLSC Kudus Raih Posisi Runner-up di JSSL Singapore

Kedua adalah Operational Excellence, yang berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan melalui inovasi dan transformasi. Terakhir, People Excellence akan berkonsentrasi pada pengembangan berkelanjutan tenaga kesehatan profesional, termasuk dokter, perawat, dan manajemen.

Hal ini juga mencakup inisiatif seperti pelatihan untuk dokter dan perawat, penelitian bersama, manajemen kasus yang kompleks, serta kegiatan kolaboratif dalam pendidikan kedokteran dan pengembangan profesional.

“Kemitraan dengan SingHealth ini merupakan langkah penting dalam komitmen IHC untuk memberikan layanan kesehatan terbaik di rumah sakit dan klinik di bawah jaringan IHC.”

“Pengalaman dan keahlian SingHealth yang diakui secara global akan membantu kami meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses terhadap layanan, dan mendorong inovasi dalam layanan kesehatan,” ujarnya.

BACA JUGA  Bule Amerika Mengamuk Diduga Alami Gangguan Jiwa

Hal ini diharapkan dapat meletakkan dasar bagi transformasi yang lebih luas dalam sistem layanan kesehatan Indonesia, dengan memberikan akses terhadap praktik terbaik dan pengetahuan terkini dalam industri layanan kesehatan global.

Group CEO SingHealth, Profesor Ng Wai Hoe, mengatakan, SingHealth merasa terhormat untuk menandatangani Nota Kesepahaman ini dengan mitra kami di Indonesia.

“Kolaborasi ini menandakan hubungan saling menguntungkan kami yang akan fokus pada peluang pelatihan dan pengembangan bagi staf kami dan memperkuat komitmen bersama kami untuk meningkatkan layanan pasien. Kami berharap dapat belajar dari satu sama lain dan memajukan misi kolektif kami untuk memberikan perawatan yang luar biasa kepada pasien kami bersama-sama,” ujarnya. (Ard/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Panen Padi Gamagora, UGM Kembangkan Living-Lab Pertanian di Madiun

UNIVERSITAS Gadjah Mada melaukan panen raya padi Gamagora di Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiu, pada Jumat. Panen tersebut menjadi penanda dimulainya perluasan pengembangan varietas padi hasil inovasi UGM di…

Bandung Menjahit Persahabatan Asia Afrika Lewat Secangkir Kopi

PEMERINTAH Kota Bandung menjadikan kopi sebagai medium diplomasi untuk memperkuat persahabatan, kolaborasi dan kerja sama antarnegara dalam Gala Dinner Asia Africa Festival 2026 bertema “Regenerative Coffee Diplomacy: From Origins to…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Spanyol Ngeri-ngeri Sedap Tantang Prancis di Semifinal

  • July 11, 2026
Spanyol Ngeri-ngeri Sedap Tantang Prancis di Semifinal

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Kasus TPPU

  • July 11, 2026
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Kasus TPPU

Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus

  • July 11, 2026
Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus

Kondisi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Dilaporkan Membaik

  • July 11, 2026
Kondisi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Dilaporkan Membaik

Panen Padi Gamagora, UGM Kembangkan Living-Lab Pertanian di Madiun

  • July 11, 2026
Panen Padi Gamagora, UGM Kembangkan Living-Lab Pertanian di Madiun

Bandung Menjahit Persahabatan Asia Afrika Lewat Secangkir Kopi

  • July 11, 2026
Bandung Menjahit Persahabatan Asia Afrika Lewat Secangkir Kopi