
PELAJAR SMKN 3 Yogyakarta mendapatkan ilmu baru bagaimana menjadi wirausaha muda. Untuk membangun jiwa wirausaha muda harus sejak dini.
Ilmu wirausaha ini diberikan oleh Ok Oce Indonesia. Sebuah gerakan kewirausahaan yang pertama kali diperkenalkan oleh Sandiaga Uno pada 2016.
Tujuannya untuk mendorong pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Ok Oce singkatan dari One Kecamatan One Center of Entrepreneurship. Artinya satu kecamatan satu pusat kewirausahaan.
Gerakan ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan ekonomi lokal.
Dengan cara membina calon pengusaha melalui pelatihan, pendampingan, dan akses terhadap modal usaha.
Siswa-siswi SMKN 3 Yogyakarta dari perwakilan kelas X, XI dan XII mengikuti kegiatan membangun jiwa wirausaha, Kamis (12/9).
Kepala SMKN 3 Yogyakarta Widada dalam keterangan tertulis diterima Mimbar Nusantara, Sabtu (14/9) mengatakan bahwa siswa-siswi yang ingin berwirausaha diberikan dukungan melalui sinkronisasi kurikulum sekolah dengan suplemen dari Ok Oce Indonesia.
“Selain itu, bagi yang ingin berwirausaha diberikan ruang nyata di sekolah agar langsung praktik berwirausaha,” kata Widada.
Ok Oce Indonesia Bangun Wirausaha Muda
Hadir sebagai narasumber ialah Ketua Umum Ok Oce Indonesia, Iim Rusyamsi dan Coach Sulistyo selaku Direktur Ok ce Indonesia.
Pada kesempatan itu Iim menyampaikan tentang mindset wirausaha muda.
Menurutnya berlatar belakang dari persaingan dan tantangan global dapat memengaruhi sektor tingginya pengangguran di Indonesia.
Maka lahirlah Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM) yang bergerak secara kreatif didominasi oleh kuliner, fesyen dan kriya.
“Strategi tepat untuk sukses berwirausaha dapat didukung melalui mencari ide lalu melakukan evaluasi bisnis,” kata Iim.
Kemudian menyesuaikan strategi bisnis, inovasi dan kreativitas, serta memperluas jaringan dan memanfaatkan teknologi.
“Mindset siswa-siswi SMKN 3 Yogyakarta harus siap berkompetisi di era tantangan global secara kreatif, inovatif, dan mandiri,” kata Iim.
Selain itu perkuat soft skill dan hard skill dengan baik.
Sedangkan Coach Sulistyo menyampaikan tentang pentingnya Personal Branding.
Ia menjelaskan Personal Branding diri sendiri dengan memanfaatkan ponsel melalui aplikasi pendukung.
Pada acara tersebut siswa-siswi diarahkan untuk mampu percaya diri. Kemudian menonjolkan keunikan dan memperluas jaringan. (*/S-01)









