
KOMITE Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan bahwa stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Hasil asesmen menunjukkan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia pada triwulan IV 2025 berada dalam kondisi stabil, didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan antarotoritas.
KSSK menyampaikan bahwa volatilitas pasar keuangan global sempat meningkat pada awal 2026 akibat ketegangan perdagangan dan geopolitik. Oleh karena itu, KSSK akan terus melakukan asesmen forward looking serta memperkuat mitigasi risiko secara terkoordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diprakirakan mencapai sekitar 5,2% dan meningkat menjadi 5,4% pada 2026, ditopang permintaan domestik yang kuat, stimulus kebijakan, serta peningkatan investasi.
Ketahanan eksternal tetap solid dengan cadangan devisa sebesar USD156,5 miliar, sementara inflasi 2025 terjaga dalam sasaran 2,5±1%.
APBN terus menjalankan peran strategis sebagai peredam guncangan ekonomi melalui belanja negara yang efektif. Di sisi lain, stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga dengan permodalan perbankan yang kuat, likuiditas memadai, serta kinerja pasar keuangan yang positif.
Ke depan, KSSK berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan, mendukung sektor riil, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah dinamika global yang penuh tantangan. (Htm/N-01)








